Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sufi

Akibat Peribadatan Bebas

Gambar
  Jika dalam urusan dunia terdapat sebuah ungkapan 'Akibat Pergaulan Bebas', yang mana pergaulan bebas tsb akan selalu berdampak buruk dan melahirkan berbagai macam penyimpangan dan pelanganggaran dalam hidup dan kehidupan. Maka demikian juga dalam urusan agama terdapat ungkapan : 'Akibat Peribadatan Bebas' ◾Bebas ngarang ibadah baru  ◾Bebas memodifikasi ibadah yang sudah sempurna  ◾Bebas mengotak-atik ibadah-ibadah seenaknya ◾Bebas mengambil aqidah sekenanya yang penting masuk logika  ◾dan bebas-bebas lainnya ibadah seenaknya..  Bagi mereka, asalkan diamini orang banyak, asalkan teranggap baik oleh akal dan selera, semua boleh-boleh saja, bebas-bebas saja..  ◾Ibadah gak papa walo beda2, bebas terserah tatacaranya sesuai masing2 selera  ◾Ibadah gak papa walo mirip2 nasrani hindu budha, suka-suka saja yang penting semua suka ◾Biarin aja lah ibadah walo tidak sesuai dengan apa yang dalam Qur'an dan Sunnah telah tertuntun, yang penting semua pada rukun ...

Mantan Aswaja

Gambar
99% ikhwan salafi, bahkan asatidzah-nya, dahulu berasal dari ASWAJA [yang dari awamnya termasuk saya(admin)] Artinya ❓❓ ➡️Rata-rata salafi pernah duduk dan belajar dari para kyai, atau ustadz2nya aswaja ➡️Kebanyakan salafi pernah mengamalkan ritual ibadah baru yg diada-adakan (bid'ah hasanah) ➡️Sedikit atau bnyak pernah mengenal klenik, khurofat, dsb yang banyak diamalkan aswaja Maka tidaklah aneh jika setelah ruju' dan mempelajari dienul islam 'alaa manhajissalafunasshalih, salafi mampu menunjukkan penyimpangan2 yang kerap diamalkan dan dibela mati2an oleh aswaja (sekali lagi, itu semua karena orang salafi kebanyakan mantan aswaja) YANG SANGAT ANEH ADALAH : Jika orang yang masih berkutat dalam ruang lingkup/organisasi Aswaja, mereka berbicara buruk tentang manhaj salaf. Padahal mereka sendiri ⬇️ ➡️Belum pernah duduk di majlis ulama'/asatidzah salafi ➡️Tidak sekalipun bahkan alergi menyimak kajian-kajian salafi ➡️Berkata buruk hanya berdasarka...

ALIRAN SUFI DIINGKARI IMAM SYAFI’I RAHIMAHULLAH

Nama besar Imam Syâf’i rahimahullah sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat. Ketokohan beliau sudah tidak diperselisihkan umat Islam. Hanya saja, umat sepertinya lebih mengenal beliau sebagai pakar hukum Islam dan peletak dasar Ilmu Ushul Fiqih, sementara aspek kehidupannya yang lain, – bahkan yang lebih penting – belum banyak terekspos di tengah khalayak. Sisi aqidah Imam Syâfi’i rahimahullah– yang berpijak pada aqidah Salafus Shaleh, aqidah para Sahabat Radhiyallahu anhum yang belajar dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam secara langsung – belum banyak diulas, termasuk juga dalam hal ini, pemaparan celaan dan bantahan beliau rahimahullah terhadap beberapa aliran –menyimpang- yang menunjukkan jauhnya aliran tersebut dari jalan yang lurus. Sebenarnya komentar miring beliau rahimahullah terhadap pemikiran dan golongan itu jelas akan mengguratkan makna yang lebih mendalam dan membekaskan pelajaran penting bagi para pengikut madzhab. Dengan demikian, umat akan menjauhi aliran-...