Postingan

Menampilkan postingan dengan label 𝙖𝙨𝙬𝙖𝙟𝙖

Ilmu Kebal dari Setan, Bukan dari Islam

Ilmu kebal bukan karomah, karena karomah tidak bisa dipelajari, karomah datang secara spontan atas izin Allah sebagai pertolongan untuk hambaNya yang sholeh  Islam tidak pernah mengajarkan ilmu kebal. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam dan para sahabat tidak ada yang memiliki atau mempelajari apalagi mengajarkan ilmu kebal  Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam saat perang Uhud memakai baju besi, memakai pelindung kepala dari besi, masih tetap berdarah dan terluka عن سهل قال لما كسرت بيضة النبي صلى الله عليه وسلم على رأسه وأدمي وجهه وكسرت رباعيته وكان علي يختلف بالماء في المجن وكانت فاطمة تغسله فلما رأت الدم يزيد على الماء كثرة عمدت إلى حصير فأحرقتها وألصقتها على جرحه فرقأ الدم Dari Sahl [radhiyallahu 'anhu], ia berkata, “Tatkala pecah pelindung kepala Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan wajah beliau berdarah dan pecah gigi seri beliau Ali bolak-balik mengambil air dengan menggunakan perisai (sebagai wadah air) dan Fatimah mencuci darah yang ada di wajah beliau. T...

Sejarah Tahlilan di Nusantara

Imam Syafi’i rahimahullah dalam kitab al-Umm berkata,  “…dan aku membenci al-ma’tam, yaitu proses berkumpul (di tempat keluarga mayat) walaupun tanpa tangisan, karena hal tersebut hanya akan menimbulkan bertambahnya kesedihan dan membutuhkan biaya, padahal beban kesedihan masih melekat.” [al-Umm (Beirut: Dar al-Ma’rifah, 1393) juz I, hal 279]  Tapi ketika Islam datang ke tanah Jawa, menghadapi kuatnya adat istiadat yang telah mengakar. Masyarakat begitu berat untuk menerima islam. Mau masuk Islam tapi merasa merasa berat karena harus kehilangan adat istiadat seperti selamatan-selamatan, dll.. Hal ini mirip beratnya masyarakat Romawi ketika disuruh masuk Nasrani tapi tidak mau kehilangan perayaan kelahiran anak Dewa Matahari 25 Desember, yang mana sampe sekarang ritual Natal masih dipertahankan Nasrani padahal ia bukan ajaran Nabi Isa.  __ Dikutip dalam sebuah naskah kuno tentang jawa yang tersimpan di musium Leiden, Sunan Ampel memperingatkan Sunan Kalijogo yang masih mel...

Sholat Jum'at di Mekkah

 Sholat Jum'at di Mekkah  Al kisah..  Di sebuah pondok pesantren yang dipimpin oleh seorang Kyai alim yang bersahaja, memiliki belasan santri yang dengan giat dan tekun belajar Al Islam, bahkan diantara santri ada yang melakukan riyadloh dengan puasa senin kamis, qiyamul lail, dan berbagai macam amalan yang lain. Walhasil, pondok tersebut akhirnya bisa melahirkan Kyai-Kyai Muda yang mumpuni, alim, dan berkepribadian mulia.  Di antara para kyai muda tersebut, ada seorang kyai yang akhirnya sukses hingga memiliki pesantren yang besar dan memiliki ribuan santri, jauh melebihi dari gurunya (kyai) dulu‼️ Didalam keberhasilan kyai muda tersebut, ada salah seorang santri yang memperhatikan setiap prilaku Sang Kyai. Sosok Kyai Muda yang bersahaja, ramah, dan kasih sayang pada setiap santri, yang selalu menjaga ibadah wajib dan sunnah, yang pengajarannya mudah diterima santri… Namun demikian, satu hal yang terasa ganjil pada Kyai Muda. Si santri tidak pernah mendapati Kyai mu...

𝙎𝙞𝙖𝙥𝙖𝙠𝙖𝙝 𝙎𝙚𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧𝙣𝙮𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙏𝙞𝙙𝙖𝙠 𝘽𝙞𝙨𝙖 𝙈𝙚𝙣𝙚𝙧𝙞𝙢𝙖 𝙋𝙚𝙧𝙗𝙚𝙙𝙖𝙖𝙣 ❓❓

  Beberapa kalimat yang selalu mereka dengungkan tentang betapa mereka sangat menjunjung tinggi 𝙩𝙤𝙡𝙚𝙧𝙖𝙣𝙨𝙞 dan 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙝𝙖𝙧𝙜𝙖𝙞 𝙥𝙚𝙧𝙗𝙚𝙙𝙖𝙖𝙣 : ~ Hargailah pendapat orang lain  ~ Jangan besar-besarkan perbedaan  ~ Jangan merasa paling benar  ~ Jangan ganggu Amaliah orang lain  ~ dst..  𝙁𝙖𝙠𝙩𝙖𝙣𝙮𝙖 ❓❓ ➡Jauh panggang dari api, justru mereka sendiri lah yang sangat-sangat tidak bisa menerima perbedaan. ➡Kenyataan justru sebaliknya, justru Salafi lah yg sangat bisa menerima perbedaan. 𝘽𝙪𝙠𝙩𝙞𝙣𝙮𝙖 ❓❓ ◾Terbukti Salafi 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 pernah 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙧𝙖𝙣𝙜 orang Tahlilan. ◾Tidak pernah mencegah orang maulidan, nariyahan, ruwatan, berjanjenan, dan lain-lain... ◾Tidak ada ceritanya Salafi membubarkan dan memburu orang 𝙩𝙖𝙝𝙡𝙞𝙡𝙖𝙣, 𝙢𝙖𝙪𝙡𝙞𝙙𝙖𝙣, 𝙗𝙚𝙧𝙟𝙖𝙣𝙟𝙚𝙣𝙖𝙣, dan lain sebagainya.  ➡️KALAUPUN SALAFY MENGATAKAN DAN MENJELASKAN BAHWA AMALIAH-AMALIAH TERSEBUT ADALAH BID'AH, MAKA ITU SEMUA KARENA 𝘿𝘼𝙇𝙄𝙇 YG 𝙈𝙀𝙉𝙂𝘼𝙏𝘼...

Mati pun jadi Ruwet karena Bid'ah dan Khurafat

Gambar
  Belum cukup hidup dalam keruwetan, manusia pun lebih suka memilih mati dengan ruwet pula. Ini dilakukan oleh hampir semua suku dan adat, apalagi di nusantara. Kematian yang selayaknya ringkes dan sederhana, menjadi ruwet dan penuh pernik-pernik ra penting. Setelah mati sebenarnya jenazah tinggal dirawat untuk dikubur saja. Namun embel-embelnya buuuaaanyak kalo nuruti adat. Dari sabang (yang konon -katanya- tradisinya Islam) sampai merauke (dengan tradisi pedalamannya) semua tak luput dari hal-hal tersebut. Di dalam tradisi yang berbau Islam pun masih banyak khurafat dan bid'ah yang merasuk di dalam upacara pemakaman. Padahal Islam adalah ajaran yang paling ringkes di dalam hal upacara penguburan Sebagai contoh kita cantumkan bbrp diantaranya : 1. Jenazah tidak segera dikuburkan sebelum semua anggota keluarga melihat untuk terakhir kalinya. Ini syarat yang ruwet. Kadang karena harus memenuhi syarat ini, jenazah harus nginep bermalam-malam untuk menunggu anaknya yang ragil y...

Mantan Aswaja

Gambar
99% ikhwan salafi, bahkan asatidzah-nya, dahulu berasal dari ASWAJA [yang dari awamnya termasuk saya(admin)] Artinya ❓❓ ➡️Rata-rata salafi pernah duduk dan belajar dari para kyai, atau ustadz2nya aswaja ➡️Kebanyakan salafi pernah mengamalkan ritual ibadah baru yg diada-adakan (bid'ah hasanah) ➡️Sedikit atau bnyak pernah mengenal klenik, khurofat, dsb yang banyak diamalkan aswaja Maka tidaklah aneh jika setelah ruju' dan mempelajari dienul islam 'alaa manhajissalafunasshalih, salafi mampu menunjukkan penyimpangan2 yang kerap diamalkan dan dibela mati2an oleh aswaja (sekali lagi, itu semua karena orang salafi kebanyakan mantan aswaja) YANG SANGAT ANEH ADALAH : Jika orang yang masih berkutat dalam ruang lingkup/organisasi Aswaja, mereka berbicara buruk tentang manhaj salaf. Padahal mereka sendiri ⬇️ ➡️Belum pernah duduk di majlis ulama'/asatidzah salafi ➡️Tidak sekalipun bahkan alergi menyimak kajian-kajian salafi ➡️Berkata buruk hanya berdasarka...

Definisi Wahabi

𝙎𝙄𝘼𝙋𝘼𝙆𝘼𝙃 𝙒𝘼𝙃𝘼𝘽𝙄❓❓ "𝘿𝙞 𝙠𝙖𝙢𝙥𝙪𝙣𝙜 𝙖𝙣𝙚 𝙥𝙖𝙧𝙖𝙝‼️𝘼𝙙𝙖 𝙥𝙚𝙣𝙘𝙚𝙧𝙖𝙢𝙖𝙝 [𝙗𝙖𝙘𝙖: 𝙠𝙮𝙖𝙞] 𝙠𝙤𝙣𝙙𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞𝙪𝙣𝙙𝙖𝙣𝙜 𝙠𝙚 𝙠𝙖𝙢𝙥𝙪𝙣𝙜 𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙘𝙚𝙧𝙖𝙢𝙖𝙝. 𝘾𝙚𝙧𝙖𝙢𝙖𝙝𝙣𝙮𝙖 𝙚𝙢𝙤𝙨𝙞𝙤𝙣𝙖𝙡. 𝙎𝙖𝙢𝙥𝙖𝙞 𝙙𝙞 𝙖𝙠𝙝𝙞𝙧 𝙞𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙙𝙤𝙖: '𝘼𝙇𝙇𝘼𝘼𝙃𝙐𝙈𝙈𝘼𝙇'𝘼𝙉 𝙒𝘼𝙃𝙃𝘼𝘽𝙄𝙔𝙔𝙄𝙄𝙉' [𝙔𝙖 𝘼𝙡𝙡𝙖𝙝, 𝙡𝙖𝙠𝙣𝙖𝙩𝙡𝙖𝙝 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜2 𝙒𝙖𝙝𝙖𝙗𝙞]. 𝙈𝙖𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝𝙣𝙮𝙖, 𝙞𝙖 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙠𝙮𝙖𝙞 𝙩𝙚𝙧𝙠𝙚𝙣𝙖𝙡, 𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙠𝙤𝙠 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙠𝙣𝙖𝙩 𝙗𝙚𝙜𝙞𝙩𝙪⁉️" 𝘿𝙞 𝙖𝙩𝙖𝙨 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙚𝙤𝙣𝙜𝙜𝙤𝙠 𝙘𝙚𝙧𝙞𝙩𝙖 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙨𝙚𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙞𝙠𝙝𝙬𝙖𝙣, 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙞𝙖 𝙗𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙒𝙖𝙝𝙖𝙗𝙞 [𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙨𝙖𝙮𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝘼𝙣𝙙𝙖], 𝙩𝙚𝙣𝙩𝙪 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖 𝙢𝙪𝙨𝙡𝙞𝙢 [𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙨𝙖𝙮𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝘼𝙣𝙙𝙖]. 𝘽𝙖𝙝𝙠𝙖𝙣, 𝙗𝙗𝙧𝙥 𝙬𝙖𝙠𝙩𝙪 𝙡𝙖𝙡𝙪 𝙩𝙚𝙧𝙨𝙞𝙖𝙧 𝙥𝙞𝙙𝙞𝙤 𝙙𝙞𝙢𝙖𝙣𝙖 𝙨𝙚𝙨𝙚𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙚𝙧𝙞 𝙠𝙤𝙢𝙖𝙣𝙙𝙤 𝙥𝙖𝙙𝙖 𝙢𝙪𝙧𝙞𝙙2𝙣𝙮𝙖 𝙖𝙜𝙖𝙧 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙪𝙢𝙥𝙖...