Postingan

Menampilkan postingan dengan label Aqidah

Salah Faham tentang Salafy

Gambar
Pepatah lama mengatakan : “tak kenal maka tak sayang”  Demikianlah, kadang seorang membenci sesuatu, padahal ia tidak mengenal apa yang ia benci itu. Bisa jadi bila ia mengenalnya, bukan benci namun cinta yang diberikan.  Demikianlah yang terjadi pada dakwah Salafiyah atau disebut juga Salafi. Banyak orang bergunjing tentang Salafi, padahal ia tidak mengenal bagaimana sebenarnya Salafi atau dakwah salaf itu. Hasilnya, timbullah tuduhan dan anggapan-anggapan buruk yang keji. Bahkan sampai ada yang menuduh bahwa Salafi adalah aliran sesat‼️ Subhanallaah, sungguh Allah tempat memohon pertolongan. Apa sih salafi itu❓❓ ● Salaf secara bahasa artinya : ‘Setiap amalan shalih yang telah lalu; segala sesuatu yang terdahulu; setiap orang yang telah mendahuluimu, yaitu nenek moyang atau kerabat’ (Lihat Qomus Al Muhith, Fairuz Abadi). ● Secara istilah, yang dimaksud salaf adalah 3 generasi awal umat Islam yang merupakan generasi terbaik, seperti yang disebutkan oleh Rasulullah shallallahu ...

TIDAK LAYAK DIJADIKAN GURU ORANG YANG MENGINGKARI ALLAH DIATAS ARSY

Allah 'azza wa jalla berfirman, وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ "Hanya milik Allah nama-nama yang Maha baik, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama-Nya itu. Dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan." [Al-A'rof: 180] Di dalam ayat yang mulia ini Allah 'azza wa jalla memerintahkan untuk meninggalkan orang-orang yang menyimpang di dalam nama-nama-Nya, dan diantara bentuk penyimpangan adalah tidak mengimani sifat yang terkandung di dalam nama Allah tersebut. Sebagai contoh, Allah bernama Al-'Aliy, Yang Maha Tinggi, diantara maknanya adalah Allah maha tinggi di atas segala sesuatu, di atas langit yang ketujuh, di atas 'arsy. Dan aqidah ini juga berdasarkan dalil Al-Qur'an, As-Sunnah dan ijma' Ahlus Sunnah wa...

Pertanyaan Bagi yang Mengikari Allah diatas Arsy

Bagi yang tidak mengimani bahwa Allah diatas langit, diatas ‘arsy diatas semua mahluknya, TOLONG PERTANYAAN2 INI DIJAWAB : 1. ”Apakah kamu merasa aman terhadap DZAT yang di atas langit, bahwa Ia akan menenggelamkan ke dalam bumi, maka tiba-tiba ia (bumi) bergoncang ?” (Al-Mulk : 16) Pertanyaan : Siapakah DZAT yang di atas langit tersebut ? 2. ”Mereka (para Malaikat) takut kepada Tuhan mereka yang berada di atas mereka, dan mereka mengerjakan apa-apa yang diperintahkan”. (An-Nahl : 50). Pertanyaan : Siapakah Tuhan mereka yang berada di atas mereka ? 3.”Wahai Isa ! Sesungguhnya Aku akan mengambilmu dan mengangkatmu kepada-Ku” (Ali Imran : 55). Artinya : ”Tetapi Allah telah mengangkat dia (yakni Nabi Isa) kepada-Nya” (An-Nisa’ : 158). Pertanyaan : mengangkat itu dari mana ke mana ? berarti Yang mengangkat dimana ? 3. Artinya : ”Dan berkata Fir’aun : Hai Haman! Buatkanlah untukku satu bangunan yang tinggi supaya aku (dapat) mencapai jalan-jalan. (Yaitu) jalan-jalan menuju ke...

Pertanyaan bagi yang Mengikari Allah diatas Arsy

Pertanyaan bagi yang Mengingkari Allah diatas Arsy Bagi yang tidak mengimani bahwa Allah diatas langit, diatas ‘arsy diatas semua mahluknya, TOLONG PERTANYAAN2 INI DIJAWAB : 1. ”Apakah kamu merasa aman terhadap DZAT yang di atas langit, bahwa Ia akan menenggelamkan ke dalam bumi, maka tiba-tiba ia (bumi) bergoncang ?” (Al-Mulk : 16) Pertanyaan : Siapakah DZAT yang di atas langit tersebut ? 2. ”Mereka (para Malaikat) takut kepada Tuhan mereka yang berada di atas mereka, dan mereka mengerjakan apa-apa yang diperintahkan”. (An-Nahl : 50). Pertanyaan : Siapakah Tuhan mereka yang berada di atas mereka ? 3.”Wahai Isa ! Sesungguhnya Aku akan mengambilmu dan mengangkatmu kepada-Ku” (Ali Imran : 55). Artinya : ”Tetapi Allah telah mengangkat dia (yakni Nabi Isa) kepada-Nya” (An-Nisa’ : 158). Pertanyaan : mengangkat itu dari mana ke mana ? berarti Yang mengangkat dimana ? 3. Artinya : ”Dan berkata Fir’aun : Hai Haman! Buatkanlah untukku satu bangunan yang tinggi supaya aku (dapat...

Ulama Sepakat tentang Dimana Allah

Di mana Allah❓❓ Allah di atas sana, di atas langit, di atas seluruh makhluk-Nya Jawaban di atas menjadi kata sepakat ulama. Para ulama telah sepakat bahwa Allah menetap tinggi di atas ‘Arsy-Nya. Allah berada di ketinggian di atas langit sana, bukan berada di muka bumi. Allah berada di atas seluruh makhluk-Nya, bukan di mana-mana. Berikut kami buktikan keyakinan di atas berdasarkan kata sepakat para ulama. 1- Kata Ijma’ Ulama ‘Abdurrahman bin Abi Hatim berkata, ayahku menceritakan kepada kami, ia berkata aku diceritakan dari Sa’id bin ‘Amir Adh Dhuba’i bahwa ia berbicara mengenai Jahmiyah. Beliau berkata, الجهمية فقال هم شر قولا من اليهود والنصارى قد إجتمع اليهود والنصارى وأهل الأديان مع المسلمين على أن الله عزوجل على العرش وقالوا هم ليس على شيء “Jahmiyah lebih jelek dari Yahudi dan Nashrani. Telah diketahui bahwa Yahudi dan Nashrani serta agama lainnya bersama kaum muslimin bersepakat bahwa Allah ‘azza wa jalla menetap tinggi di atas ‘Arsy. Sedangkan Jahmiyah, merek...

Istiwa' ditakwil menjadi Istawla

Ta'wil, inilah yang sering dilakukan sebagian saudara kita yang lebih mengedepankan akal dan perasaan dalan memahami Qur'an. Maka, ketika sebuah ayat tidak sesuai akal bagi mereka, lantas dita'wilnya. Apakah dilarang (secara mutlak) mena'wilkan ayat Qur'an ❓❓ TIDAK ‼️ Karena memang dalam ayat Qur'an terdapat ayat yang muhkam (jelas), dan juga ada yang mutasyabih (samar) hingga tak bisa dimaknai sebagaimana dzohirnya.. Namun demikian, janganlah kita bermudah2an dalam mena'wilkan ayat, apalagi dalam membedakan mana ayat yang muhkam dan mutsyabih adalah perkara yang tidak gampang.. Terlebih lagi jika mena'wil dengan mengendepankan akal dan perasaan, wah bisa kacau segala urusan.. Dan jangan lupa, bahwa semua ayat sebenernya sudah dijelaskan oleh sabda Nabi shalallahu alaihi wa salam dan atsar para shahabat, pemahaman mereka lah yang palling haq tentang Al Qur'an‼️ Ditambah lagi oleh penjelasan dari para ulama ahlu sunnah. Jadi, kalau menemu...

Kita Serahkan pada Yang Diatas

Sebenarnya, orang yang paling awwam tentang agama sekalipun, ketika mereka berdo'a atau memohon sesuatu pada Allah, entah sadar atau tidak, mereka akan menengadahkan tangannya kelangit. Atau ketika mereka mendapat pertanyaan atau sedang dalam situasi yang diluar batas kemampuannya, mereka pun akan mengacungkan telunjuk ke langit kemudian berkata : "Saya serahkan pada Yang di atas.." Belum pernah, dan insyaa Allah tak akan pernah ada yang berkata semisal : "Saya serahkan pada yang dimana-mana.." "Saya serahkan pada yang tidak diatas dan tidak dibawah.." "saya serahkan pada yang ada dihatiku.." .. ataupun jawaban2 yang semisal itu. Artinya apa ❓❓ Artinya, setiap menusia sebenernya secara fitrah mengakui bahwa Allah ada di atas langit. Bahkan manusia yang terang2an mengikari Allah diatas langit pun secara fitrah akan mengarahkan telunjuk ke langit ketika menyebut Allah ‼️ Allah diatas langit, inilah yang semestinya kita ya...

Kami lebih Dekat dari Urat Leher

Terdapat ketidaktepatan pemahaman sebagian kaum muslimin ketika memaknai ayat yang berbunyi: وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ “Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya” (Qaaf : 16). Kesalahan tersebut mengartikan bahwa kata “kami” pada ayat tersebut adalah Allah, sehingga mereka memahami bahwa posisi Allah itu ada di tubuh manusia dan juga di dekat dengan tubuh manusia. Mereka menyangka bahwa posisi Allah di dekat urat lehernya. Akibat dari kesalahan ini, mereka meyakini “Allah ada di mana-mana” termasuk tubuh manusia, atau keyakinan bahwa Allah menyatu dengan hambanya (aqidah manunggaling kaula gusti). Tentu ini aqidah yang tidak benar, yang benar adalah Allah berada di atas langit. Mengenai ayat di atas ada dua penjelasan yang menunjukkan bahwa kata “kami” pada ayat tersebut bukan berarti Allah: 1. Tafsir ayat dari para ulama bahwa makna kata “kami” adalah malaikat, bukan berarti Allah 2. Kata-kata “dekat” bukan berarti otomatis m...