Kita Serahkan pada Yang Diatas
Sebenarnya, orang yang paling awwam tentang agama sekalipun, ketika mereka berdo'a atau memohon sesuatu pada Allah, entah sadar atau tidak, mereka akan menengadahkan tangannya kelangit.
Atau ketika mereka mendapat pertanyaan atau sedang dalam situasi yang diluar batas kemampuannya, mereka pun akan mengacungkan telunjuk ke langit kemudian berkata :
"Saya serahkan pada Yang di atas.."
Belum pernah, dan insyaa Allah tak akan pernah ada yang berkata semisal :
"Saya serahkan pada yang dimana-mana.."
"Saya serahkan pada yang tidak diatas dan tidak dibawah.."
"saya serahkan pada yang ada dihatiku.."
.. ataupun jawaban2 yang semisal itu.
Artinya apa ❓❓
Artinya, setiap menusia sebenernya secara fitrah mengakui bahwa Allah ada di atas langit.
Bahkan manusia yang terang2an mengikari Allah diatas langit pun secara fitrah akan mengarahkan telunjuk ke langit ketika menyebut Allah ‼️
Allah diatas langit, inilah yang semestinya kita yakini, karena memang akidah inilah yang diajarkan dalam Islam.
Namun sayang, masih banyak yang jutru meyakini hal2 yang tidak jelas darimana asalnya :
● Ada yang meyakini bahwa Allah itu ada di hati setiap manusia..
● Ada yang yakin bahwa Allah ada dimana-mana..
● Bahkan banyak juga yang percaya bahwa Allaah itu tidak diatas, tidak dibawah, tidak disana tidak disini, dst..
Subhanallaah, keyakinan2 yang saling berbeda tsb, wallaupun semua saling bertolak belakang, tapi semua pengusungnya saling diam dan saling membiarkan, seolah dianggapnya semua benar.
Namun sungguh aneh, ketika ada yang mengatakan bahwa Allaah diatas langit, justru rame-rame mereka yang saling beda tadi, justru malah kompak dan serempak menolak walaupun ratusan bahkan ribuan dalil telah menjelaskan dan ditegakkan‼️
Satu saja dalil shahiih ditegakkan, seharusnya seorang Muslim tunduk patuh mengimaninya, bukan malah menolak dan banyak tanya ini itu hanya kerena tidak sesuai dengan akalnya, dan karena tidak sesuai dengan kebanyakan manusia yang ia ikutinya.
Yakinlah, bahwa semua urusan diatur oleh Yang diatas, bukan oleh Dzat yang ada dimana-mana, bukan pula oleh Dzat yang tidak ada dimana-mana.
Shahabat yang mulya Umar bin Khatab radhiyallaahu anhu mengatakan :
”Bahwasanya segala urusan itu (datang/keputusannya) dari sini”. Sambil Umar radhiyallaahu anhu mengisyaratkan tangannya ke langit ” [Imam Dzahabi di kitabnya''Al-Uluw''hal : 103 mengatakan : Sanadnya seperti Matahari (yakni terang benderang keshahihannya)]
◾
Atau ketika mereka mendapat pertanyaan atau sedang dalam situasi yang diluar batas kemampuannya, mereka pun akan mengacungkan telunjuk ke langit kemudian berkata :
"Saya serahkan pada Yang di atas.."
Belum pernah, dan insyaa Allah tak akan pernah ada yang berkata semisal :
"Saya serahkan pada yang dimana-mana.."
"Saya serahkan pada yang tidak diatas dan tidak dibawah.."
"saya serahkan pada yang ada dihatiku.."
.. ataupun jawaban2 yang semisal itu.
Artinya apa ❓❓
Artinya, setiap menusia sebenernya secara fitrah mengakui bahwa Allah ada di atas langit.
Bahkan manusia yang terang2an mengikari Allah diatas langit pun secara fitrah akan mengarahkan telunjuk ke langit ketika menyebut Allah ‼️
Allah diatas langit, inilah yang semestinya kita yakini, karena memang akidah inilah yang diajarkan dalam Islam.
Namun sayang, masih banyak yang jutru meyakini hal2 yang tidak jelas darimana asalnya :
● Ada yang meyakini bahwa Allah itu ada di hati setiap manusia..
● Ada yang yakin bahwa Allah ada dimana-mana..
● Bahkan banyak juga yang percaya bahwa Allaah itu tidak diatas, tidak dibawah, tidak disana tidak disini, dst..
Subhanallaah, keyakinan2 yang saling berbeda tsb, wallaupun semua saling bertolak belakang, tapi semua pengusungnya saling diam dan saling membiarkan, seolah dianggapnya semua benar.
Namun sungguh aneh, ketika ada yang mengatakan bahwa Allaah diatas langit, justru rame-rame mereka yang saling beda tadi, justru malah kompak dan serempak menolak walaupun ratusan bahkan ribuan dalil telah menjelaskan dan ditegakkan‼️
Satu saja dalil shahiih ditegakkan, seharusnya seorang Muslim tunduk patuh mengimaninya, bukan malah menolak dan banyak tanya ini itu hanya kerena tidak sesuai dengan akalnya, dan karena tidak sesuai dengan kebanyakan manusia yang ia ikutinya.
Yakinlah, bahwa semua urusan diatur oleh Yang diatas, bukan oleh Dzat yang ada dimana-mana, bukan pula oleh Dzat yang tidak ada dimana-mana.
Shahabat yang mulya Umar bin Khatab radhiyallaahu anhu mengatakan :
”Bahwasanya segala urusan itu (datang/keputusannya) dari sini”. Sambil Umar radhiyallaahu anhu mengisyaratkan tangannya ke langit ” [Imam Dzahabi di kitabnya''Al-Uluw''hal : 103 mengatakan : Sanadnya seperti Matahari (yakni terang benderang keshahihannya)]
◾
Komentar
Posting Komentar