Postingan

Menampilkan postingan dengan label Nasehat

Sejarah Tahlilan di Nusantara

Imam Syafi’i rahimahullah dalam kitab al-Umm berkata,  “…dan aku membenci al-ma’tam, yaitu proses berkumpul (di tempat keluarga mayat) walaupun tanpa tangisan, karena hal tersebut hanya akan menimbulkan bertambahnya kesedihan dan membutuhkan biaya, padahal beban kesedihan masih melekat.” [al-Umm (Beirut: Dar al-Ma’rifah, 1393) juz I, hal 279]  Tapi ketika Islam datang ke tanah Jawa, menghadapi kuatnya adat istiadat yang telah mengakar. Masyarakat begitu berat untuk menerima islam. Mau masuk Islam tapi merasa merasa berat karena harus kehilangan adat istiadat seperti selamatan-selamatan, dll.. Hal ini mirip beratnya masyarakat Romawi ketika disuruh masuk Nasrani tapi tidak mau kehilangan perayaan kelahiran anak Dewa Matahari 25 Desember, yang mana sampe sekarang ritual Natal masih dipertahankan Nasrani padahal ia bukan ajaran Nabi Isa.  __ Dikutip dalam sebuah naskah kuno tentang jawa yang tersimpan di musium Leiden, Sunan Ampel memperingatkan Sunan Kalijogo yang masih mel...

Sholat Jum'at di Mekkah

 Sholat Jum'at di Mekkah  Al kisah..  Di sebuah pondok pesantren yang dipimpin oleh seorang Kyai alim yang bersahaja, memiliki belasan santri yang dengan giat dan tekun belajar Al Islam, bahkan diantara santri ada yang melakukan riyadloh dengan puasa senin kamis, qiyamul lail, dan berbagai macam amalan yang lain. Walhasil, pondok tersebut akhirnya bisa melahirkan Kyai-Kyai Muda yang mumpuni, alim, dan berkepribadian mulia.  Di antara para kyai muda tersebut, ada seorang kyai yang akhirnya sukses hingga memiliki pesantren yang besar dan memiliki ribuan santri, jauh melebihi dari gurunya (kyai) dulu‼️ Didalam keberhasilan kyai muda tersebut, ada salah seorang santri yang memperhatikan setiap prilaku Sang Kyai. Sosok Kyai Muda yang bersahaja, ramah, dan kasih sayang pada setiap santri, yang selalu menjaga ibadah wajib dan sunnah, yang pengajarannya mudah diterima santri… Namun demikian, satu hal yang terasa ganjil pada Kyai Muda. Si santri tidak pernah mendapati Kyai mu...

Siapa Sebenarnya yang Tidak Bisa Menerima Perbedaan ❓❓

Gambar
  𝙎𝙞𝙖𝙥𝙖𝙠𝙖𝙝 𝙎𝙚𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧𝙣𝙮𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙏𝙞𝙙𝙖𝙠 𝘽𝙞𝙨𝙖 𝙈𝙚𝙣𝙚𝙧𝙞𝙢𝙖 𝙋𝙚𝙧𝙗𝙚𝙙𝙖𝙖𝙣 ❓❓ Beberapa kalimat yang selalu mereka dengungkan tentang betapa mereka sangat menjunjung tinggi 𝙩𝙤𝙡𝙚𝙧𝙖𝙣𝙨𝙞 dan 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙝𝙖𝙧𝙜𝙖𝙞 𝙥𝙚𝙧𝙗𝙚𝙙𝙖𝙖𝙣 : ~ Hargailah pendapat orang lain  ~ Jangan besar-besarkan perbedaan  ~ Jangan merasa paling benar  ~ Jangan ganggu Amaliah orang lain  ~ dst..  𝙁𝙖𝙠𝙩𝙖𝙣𝙮𝙖 ❓❓ ➡Jauh panggang dari api, justru mereka sendiri lah yang sangat-sangat tidak bisa menerima perbedaan. ➡Kenyataan justru sebaliknya, justru Salafi lah yg sangat bisa menerima perbedaan. 𝘽𝙪𝙠𝙩𝙞𝙣𝙮𝙖 ❓❓ ◾Terbukti Salafi 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 pernah 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙧𝙖𝙣𝙜 orang Tahlilan. ◾Tidak pernah mencegah orang maulidan, nariyahan, ruwatan, berjanjenan, dan lain-lain... ◾Tidak ada ceritanya Salafi membubarkan dan memburu orang 𝙩𝙖𝙝𝙡𝙞𝙡𝙖𝙣, 𝙢𝙖𝙪𝙡𝙞𝙙𝙖𝙣, 𝙗𝙚𝙧𝙟𝙖𝙣𝙟𝙚𝙣𝙖𝙣, dan lain sebagainya.  ➡️KALAUPUN SALAFY MENGATAKAN DAN ME...

Keluar dari Pekerjaan Ribawi

  Saya keluar dari pekerjaan ribawi, dan Alkhamdulillah masih bisa makan sampai hari ini Ada banyak tulisan maupun postingan yang sarat dengan pemahaman liberal dan hanya mengekor pada hawa nafsu. "kalau begitu banyak jenis pekerjaan adalah pekerjaan haram, lalu saya jadi pengangguran dong kalau ingin menghindari neraka?" Ada juga ustadz terkenal mengatakan dalam sebuah kajiannya, "Jangan termakan omongan sebuah kajian untuk keluar dari bank yang mempraktekkan riba, karena keluar kerja dari bank terus anda makan apa?, kalau udah begitu minta makan sama yang nyuruh keluar dari bank. Kerja saja di bank selama masih belum ada pekerjaan yang lain." Sungguh perkataan sangat baathil, ini tak lebih hanya hasutan agar tetap melakukan pekerjaan haram, agar industri riba terus lancar berjalan, agar makin banyak orang terlibat dalam perbuatan yang dilaknat dan diperangi oleh Allah dan RasulNya. Padahal, dalam kenyataannya justru tidak sedikit karyawan bank dan atau lembaga rub...

Jangan Bawa-bawa Agama ❓❓

Gambar
 Jangan Bawa-bawa Agama❓❓ Bro : “Bray...” Bray : “Naon bro❓” Bro : “Jangan bawa-bawa agama bray” Bray : “Apanya❓” Bro : “Ya semuanyalah. Elu mah dikit-dikit bawa agama, dikit-dikit bawa agama, sampe-sampe urusan ukuran celana aja bawa-bawa agama” Bray : “Gitu ya bro❓” Bro : “Iya, ribet bray‼️ Makanya udah gak usah bawa-bawa agamalah bray” Bray : ”Ya udah sok atuh kasih tau ini Islam agama gw mesti ditaro dimana❓” Bro : “Maksudnya❓” Bray: “Iya, tolong kasih tau gw, mesti ditaro mana ini Islam❓" Bro: “Maksudnya gimana bray❓❓Gw gak ngerti” Bray : “Iya, kan lo suruh gw jgn bawa-bawa agama kan.. Nah gw bingung bro. Kalo gw gak boleh bawa2 agama, Islam mesti gw taro mana❓❓Soalnya Islam mengatur dari mulai gw bangun tidur sampai mau tidur lagi. Bangun tidur diatur, masuk kamar mandi diatur, berpakaian diatur, mau makan diatur, keluar rumah diatur, berpergian diatur, bertetangga diatur, berbisnis diatur, bahkan sampai urusan mau indehoy ama bini aja diatur. Bahkan lagi bro, sorry banget n...

𝙎𝙞𝙖𝙥𝙖𝙠𝙖𝙝 𝙎𝙚𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧𝙣𝙮𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙏𝙞𝙙𝙖𝙠 𝘽𝙞𝙨𝙖 𝙈𝙚𝙣𝙚𝙧𝙞𝙢𝙖 𝙋𝙚𝙧𝙗𝙚𝙙𝙖𝙖𝙣 ❓❓

  Beberapa kalimat yang selalu mereka dengungkan tentang betapa mereka sangat menjunjung tinggi 𝙩𝙤𝙡𝙚𝙧𝙖𝙣𝙨𝙞 dan 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙝𝙖𝙧𝙜𝙖𝙞 𝙥𝙚𝙧𝙗𝙚𝙙𝙖𝙖𝙣 : ~ Hargailah pendapat orang lain  ~ Jangan besar-besarkan perbedaan  ~ Jangan merasa paling benar  ~ Jangan ganggu Amaliah orang lain  ~ dst..  𝙁𝙖𝙠𝙩𝙖𝙣𝙮𝙖 ❓❓ ➡Jauh panggang dari api, justru mereka sendiri lah yang sangat-sangat tidak bisa menerima perbedaan. ➡Kenyataan justru sebaliknya, justru Salafi lah yg sangat bisa menerima perbedaan. 𝘽𝙪𝙠𝙩𝙞𝙣𝙮𝙖 ❓❓ ◾Terbukti Salafi 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 pernah 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙧𝙖𝙣𝙜 orang Tahlilan. ◾Tidak pernah mencegah orang maulidan, nariyahan, ruwatan, berjanjenan, dan lain-lain... ◾Tidak ada ceritanya Salafi membubarkan dan memburu orang 𝙩𝙖𝙝𝙡𝙞𝙡𝙖𝙣, 𝙢𝙖𝙪𝙡𝙞𝙙𝙖𝙣, 𝙗𝙚𝙧𝙟𝙖𝙣𝙟𝙚𝙣𝙖𝙣, dan lain sebagainya.  ➡️KALAUPUN SALAFY MENGATAKAN DAN MENJELASKAN BAHWA AMALIAH-AMALIAH TERSEBUT ADALAH BID'AH, MAKA ITU SEMUA KARENA 𝘿𝘼𝙇𝙄𝙇 YG 𝙈𝙀𝙉𝙂𝘼𝙏𝘼...

Komentator Amatiran

Gambar
  Pada suatu hari, tersebutlah seorang yang namanya kang Ndoweh bertandang ke rumah kang Mbleweh yang sedang membuat onde-onde ceplus. Maka disana tampaklah kang Mbleweh sedang sibuk membikin butiran-butiran kecil sang onde-onde ceplus. Ndoweh  : Welhadalah, sedang ngapain kang❓ Mbleweh : Halah.. sini mampir. Ini sedang mbikin onde-onde ceplus. Ndoweh  : Waah.. kok sajake nyamleng. Mbikin kemecer saja ini. Tak cicipi dulu ya kang❓ Dengan tanpa ba-bi-bu kang Ndoweh tangannya langsung nylonong menyambar sebutir adonan onde-onde ceplus tersebut. a few moments later..  Ndoweh  : Bluueeh.. weeeks‼️Kok rasanya gak nggenah babar blas gini kang⁉️ Bisa masak nggak sih kang sampeyan⁉️Onde-onde ceplus kok berantakan rasanya‼️ Mbleweh : Woooo.. lambemu ndoweh kuwi‼️ Ha wong barang mentah kok diunthal. Yo genah pating klenyit rasanya. Ha mbok sabar, tanyak dulu, nunggu ini digoreng dulu. Kalo sudah mateng, silaken dinilai. Ha wong barang mentah sudah dikomentari.. cah gemblu...

Saling Mengingatkan atau Saling Membiarkan ❓

 Saling Mengingatkan atau Saling Membiarkan ❓❓ Mana yang lebih baik ❓ Salah satu syubhat yang sering mereka katakan, "ngapain sibuk ngurusin amalan orang lain ⁉️ kalian sesama salafi saja sering adu argumen dan bahkan saling tahdzir satu sama lain ‼️" Maka kita katakan pada mereka, "welcome to Manhaj Salaf" ➡️Inilah manhaj salaf, kita tidak pilih2 orang, siapa saja yang melakukan kekeliruan, siapapun dia, apapun levelnya, maka kita akan tetap saling meluruskan, mengingatkan bahkan menegur (dengan keras) bila diperlukan. Untuk apa❓❓ ▪️Semata-mata agar kebenaran ditegakkan, walaupun dia saudara sendiri. Bahkan justru karena dia adalah saudara, maka harus diingatkan dan diluruskan jika melakukan kesalahan. ▪️Ini bukan karena benci atau ingin saling menjatuhkan, tapi justru karena rasa sayang dan peduli, kita tidak ingin sesama saudara ada terus tenggelam dalam kesalahan. Dan terkadang, kita memang besikap keras (baca : tegas) terhadap sesama saudara...

Aku Bangga Terasing dalam Kebenaran

Gambar
Bismillah #Aku bangga Terasing dalam Kebenaran Kalau kita sendirian di kampung, menjalankan Islam, akan merasa seperti orang yang terasing. Kalau kita berjenggot di kantoran, juga terasing. Kalau kita bercelana cingkrang, juga terasing. Kalau di antara wanita ada yang menutup aurat sempurna bahkan sampai mengenakan cadar, kian terasing. Bahkan berakhlak jujur, ingin mengikuti ajaran sesuai tuntunan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahkan ingin menjauhi kesyirikan, sama halnya kian terasing. Itulah keterasingan Islam saat ini. Namun tak perlu khawatir, berbanggalah menjadi orang yang asing selama berada dalam kebenaran. Thuba lil ghurobaa. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, بَدَأَ الإِسْلاَمُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ “Islam datang dalam keadaan yang asing, akan kembali pula dalam keadaan asing. Sungguh beruntungnlah orang yang asing.” (HR. Muslim no. 145). Baarokaallahu fiikum.. Diambil...

Abi, SEX itu Apa ❓❓

Abi, SEX itu Apa ❓❓ Sepulang sekolah, seorang anak sebut saja Salim yang masih duduk di bangku kelas 1 MI (Madrasah b Ibtidaiyah) bertanya pada Abinya. “Abi, SEX itu apa ❓❓” Abinya terperanjat kaget dan marah-marah. Karena takut, Salim pun menangis. Mendengar suara tangis Salim, Uminya yang sedang sibuk di dapur pun menghampiri. "Loh, kenapa kamu menangis, Nak ❓ Kenapa Salim nangis, Bi ?❓" tanya Umi pada Salim dan Suaminya. "Tanya sendiri situ pada Salim." Abi menjawab dengan ketus. "Kenapa sayang ❓" tanya Umi dengan lembut. "Salim ga ngapa ngapain, Umi. Salim cuma mau tanya, SEX itu apa ❓" jawab Salim sambil terbata. Umi Salim bingung, ia menarik nafas panjang. Ia hampiri anaknya yang masih sesenggukan menahan tangis. Dipeluknya putra satu satunya itu. Dahi Umi berkernyit, tampak ia sedang berfikir keras untuk mencoba menjawab pertanyaan putranya itu dengan bahasa yang bisa dimengerti oleh anaknya. Dijaman modern ini orang tua m...

Berdakwah pada Keluarga

Berdakwah pada Keluarga Benarlah apa yang diterangkan dalam hadits, bahwa mereka yang berusaha menjalankan ajaran (sunnah) Rasullullaah shallallaahu alaihi wa sallaam akan banyak yang menentang. Masih melekat diingatan saya, dulu, waktu awal2 saya putuskan untuk membiarkan jenggot tumbuh lebat, tak ayal, banyak komentar2 kurang enak yang terdengar. Bahkan orang yang pertama kali berkomentar pedas dengan terang2an, justru datang dari salah satu orang terdekat saya, yakni bapak saya sendiri. "Kamu ini le lee, lama nggak pulang kok malah sekarang kayak teroris, mbok ya dibersihkan itu jenggotmu.." Sebenernya saya bisa dengan mudah menjawab komentar dari bapak waktu itu, hadits2 ttg sunnahnya jenggot pun kebetulan kebanyakan sudah saya tahu. Tapi, karena yang saya hadapi ini bapak saya sendiri, yakni orang yang paling saya hormati, saya pun harus hati2 dalam menanggapi. Jangan sampailah tanggapan saya ternyata malah menjadikan perasaan beliau tersinggung atau tersakiti. ...

Orang Asing itu.. Ia Mencintaimu..

Orang Asing Itu.. Walau Bukan Siapa-Siapamu.. Ternyata Ia Mencintaimu.. Ia tidak mengenalmu.. Kamu tidak mengenalinya.. Ia pun merasa kamu tidak wajib mengenalinya.. Tetapi ia mencintaimu sungguh-sungguh.. Bahkan melebihi cinta teman-teman dekatmu padamu.. Ia mencintaimu karena ia menasihatimu.. Dalam kerimbaan dan ketidak-saling-kenalan.. Ingat, ia bukan siapa-siapamu Ia hanyalah manusia di ujung sana.. Jauh dari rumahmu.. Ia hanya menulis beberapa kalimat, yang ia nukil dari buku yang ia beli, atau dari kajian yang ia ikuti.. Dengan batin ia menggumam, 'Semoga ada di antara saudara-saudaraku yang membacanya ; lalu ia mendapat faedah sebagaimana aku bahagia mendapatkannya' Atau ia hanya rajin mengutip ayat-ayat.. Atau hadits-hadits.. Atau kalam ulama.. Namun.. Kemudian ada beberapa jarum menghujam menujunya, di tiap jarum itu ada pesan, "Halaaahh, kamu hanya sok pintar, sok paling benar !!" Yang tentu itu bisa membuat sakit hatinya.. Yang b...

MINAL AIDIN WAL FAIZIN

MINAL AIDIN WAL FAIZIN, Kalimat ini Artinya apa sih ❓❓❓ Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.. Semoga Kesejahtraan, Shalawat, serta salam, selalu tercurah kepada kekasih Allah, Rasulilah Muhammad Shalallahu 'Alahi wa Salam beserta Keluarga, Sahabat, Tabiin Tabiat, dan Pengikut yang setia dengan Assunahnya hingga akhirul Jaman.. Saudaraku, ucapan minal aidin ini tidak ragu lagi telah ikut memeriyahkan suasana Idul fitri di setiap tahunnya. Tapi, tahukah dari mana asalnya kata ini ❓❓ Frasa yang akan banyak diucapkan orang di hari berbuka (baca : ‘iedul fitri) adalah “MINAL AIDIN WAL FAIZIN”. Seringkali frasa berbahasa Arab ini diikuti dengan frasa berbahasa Indonesia : Maaf lahir dan batin. Orang mengucapkan dua frasa ini biasanya sambil menyorongkan tangan untuk bersalaman. SMS pun akan banyak mengutip frasa ini. Bahkan iklan di media cetak dan televisi juga menampilkan rangkaian kata ini. Seringkali pula tulisan berhuruf latin ini dibikin sedemikian rupa sehingga men...

Update Status

Lama.. Kadang sampai mengerutkan dahi, bertahan statis di depan komputer/hp, mencoba mencari kalimat terbaik untuk update status terbaru. Klik !! Sudah posting. Nunggu lagi. Statis agak lama sembari melihat-lihat wall berjalan di samping kanan layarnya. Ting tong !! Ada notifikasi masuk. Sumringah dia. Ada yang nge-like : Satu, dua, tiga.. Wuih ratusan !! Ting tong lagi. Eeh, ada yang komen !! Respon komen dulu ah. Eits ada yang ngeshare, banyak lagi !! Keren. Buka dulu ah. Siapa aja yang ngeshare yaa ?? Terus, terus, dan teruuss seperti itu.. Keikhlasan benar-benar mudah diucapkan, namun teramat sangat sulit dilakukan. Maaf, bukannya saya mengajak anda-anda berhenti update status , tidak. Silahkan saja. Karna, walaupun cuma status, artikel, ato apalah namanya , namun kalo itu memang mengajak pada kebaikan, maka itu termasuk amar makruf nahi munkar. Tapi, janganlah kita tidak disibukkan dengan pertanyaan2 : "Sudah berapa ya yang ngelike statusku ??" ...

Yang Diajarkan di Sekolah belum tentu Benar

Mungkin yg kuliah biologi, masih percaya teori evolusi darwin, tapi ga percaya manusia dari kera. Mungkin yg kuliah sejarah, masih percaya manusia purba, manusia zaman batu, meganthropus, pithekanthopus erectus, dst, dst.. tapi ga percaya manusia dari monyet. Mungkn yg bela2in(cinta) teori evolusi darwin bakal bilang, teori darwin tdk mengatakan manusia dari kera kok!!!😌😌 Nabi Adam tingginya +/_ 30an meter, dalam hadits diterangkan bahwa tinggi manusia akan terus berkurang sampai sekarang. Sedangkan Pithecanthropus?? Secara fisik, ya 11-12 lah sama kera 😀😀 Lha truss, sampeyan ini keturunan Nabi Adam atau Pithecanthropus?? - So, masih percaya manusia purba??? Kok masih dipelajarin??? "lha gimana lagi mas, ya memang itu yang diajarin di kelas.." - Intinya masbro n mbak sis, yang diajarin disekolah itu belum tentu pasti benar.

Syarat Bahagia

Syarat Bahagia Syahdan, ada satu keluarga yang sedang dirudung malang. Salah satu anggota keluarga mereka, yakni anak laki-laki mbarep mereka, sedang mengalami sakit usus buntu yang sudah parah. Nanah sudah terlanjur pecah, dan akhirnya dioperasi dengan prosedur yang sangat khusus. Operasi berlangsung lama, namun berhasil. Hanya saja kondisi si mbarep belumlah aman benar. Masih perlu diobservasi untuk mengetahui bahwa pencernaannya berfungsi baik pascaoperasi dilakukan. Dan pertanda bahwa jeroannya si mbarep ini sudah mapan lagi pascaoperasi adalah mengandalkan hadirnya sesuatu yang dahsyat. Sesuatu yang kehadirannya di tengah khalayak dianggap aib. Sesuatu yang jika hadir di kerumunan, bisa membubarkan. Sesuatu yang jika hadir di ajang pesta, dapat menghilangkan nafsu makan. Dan sesuatu itu adalah KENTUT. Benar!! Kentutlah yang ditunggu-tunggu seluruh keluarga setelah berhasil melewati ketegangan drama operasi. Sang bapak menunggu kehadiran kentut tersebut dengan berdoa p...

Jauhi Debat

Sebuah nasehat bijak dari seorang sahabat, "Kalau antum urus atau ikutin perdebatan di Facebook, antum akan capek sendiri." Sebagaimana saya dulu saya mmg pernah aktif dlm dunia perdebatan di pesbuk, tapi insyaallah skrg sudah "taubat" 😊😊 Dan sungguh benar, memang capek.. Tapi, update status atau berbagi pengetahuan di FB, instagram, WA, atau dimanapun, itu pun juga capek lho, belajar pun capek, apalagi yang jadi pengajar, weeeh tambah capek. Tapi sungguh teramat rasa capek untuk hal2 tsb endingnya adalah rasa nikmat di hati, minimal itulah yang terasakan, yakni nikmatnya berbagi ilmu n kebaikan. Pernahah kita sekadar menonton perdebatan non-ilmiah atau yang kesannya ilmiah berbungkus 'diskusi' ??, padahal never-ending dan takkan membuat orang bodoh menjadi pintar, bahkan seringnya justru debat hanya akan menjadikan orang pintar terlihat dibodoh-bodohi, ya...itu baru sekadar menonton saja, tidak memerlukan kesungguhan dan tidak menghasilkan kecape...

Kemungkaran dalam Demonstrasi

Demonstrasi, Jalan Keluar atau justru Aksi Mungkar ?? “Dan bahwa (yang kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalannya, yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa” [al-An’am/6 : 153] Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan, “Sungguh, siapa saja diantara kalian yang hidup setelahku, pasti akan menjumpai perselisihan yang banyak, maka wajib atas kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Al-Khulafa ar-Rasyidin yang telah diberi petunjuk sepeninggalku” [HR Tirmidzi dan Abu Dawud, shahih] Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengingatkan bahwa siapa saja yang mencari-cari perkataan (dalil) yang samar, pasti dia akan tergelincir, “Jika kalian, melihat orang-orang yang mencari-cari dalil-dalil yang samar, maka merekalah orang-orang telah disebut oleh Allah, sehingga hendaklah kalian berhati-hati dari me...

Ada Apa dengan Tahun Baru❓❓

Ada apa dengan Tahun Baru ??? Ada 3 golongan dalam menyikapi hal ini : Golongan Pertama Mereka menganggap Tahun Baru (Masehi maupun Hijriyah) sebagai hal biasa yg terjadi setiap tahunnya tanpa ada sesuatu yang perlu DILEBIHKAN. Dengan bertambahnya waktu, entah itu hari, minggu, bulan, dst, berarti semakin berkurangnya umur, lalu merekapun berusaha untuk meningkatkan amalan-amalan Sholih sebagai bekal untuk menjemput kematian. Golongan Kedua Adalah Ahlul Bid'ah yang mereka menyambut dan merayakan tahun baru dengan melakukan ritual-ritual "ibadah" tertentu yang tidak ada contoh dan bimbingan dari Rasulullah dan juga para Sahabatnya. Golongan ini secara fisik menampakan sebagai Ahlul Ibadah dan seakan-akan melakukan Syi'ar Islam padahal semua yang mereka lakukan adalah menyelisihi syariat Islam. Golongan Ketiga Adalah Ahlul Hawa (Pengikut Hawa Nafsu) yang dengan datangnya Tahun Baru mereka melakukan kegiatan-kegiatan kemaksiatan kepada Allah. Mereka ...

Dakwah Terberat adalah Dakwah pada Keluarga

Terlahir dari Keluarga yang tak Mengenal Sunnah (Manhaj Salaf) Semoga yang mengalami saat ini tetap istiqomah di Manhaj Salaf yang mulia ini 👉 Dakwah yang paling berat adalah kepada keluarga🏠 👉 Karena dengan keluarga, kita tidak punya opsi unfollow, unfriend, atau block. ✔Dengan orang lain, kita bisa hanya sekedar share dan memilih untuk menjauh bila ada jiddal. ❌Tetapi dengan keluarga, kita tak bisa melakukan itu. Berbantah2an dengan orang tua, sungguh tak mungkin, karena kita adalah anak yg WAJIB bakti kepada orang tua. ❌Berbantah2an dengan sanak dan saudara juga tidak mungkin, karena akan menimbulkan kebencian. ➡Ketika istri dan putri kita rapat menutup aurat sesuai syariat, saudara kita malah share postingan full aurat terbuka dimana-mana ➡️Ketika kita memotong celana diatas mata kaki dan membiarkan jenggot tumbuh subur, saudara2 kita justru sebaliknya ➡Ketika kita share ttg bahayanya riba, malah ada orang2 terdekat kita yg belum bisa lepas dari riba ➡Keti...