Dakwah Terberat adalah Dakwah pada Keluarga
Terlahir dari Keluarga yang tak Mengenal Sunnah (Manhaj Salaf)
Semoga yang mengalami saat ini tetap istiqomah di Manhaj Salaf yang mulia ini
π Dakwah yang paling berat adalah kepada keluargaπ
π Karena dengan keluarga, kita tidak punya opsi unfollow, unfriend, atau block.
✔Dengan orang lain, kita bisa hanya sekedar share dan memilih untuk menjauh bila ada jiddal.
❌Tetapi dengan keluarga, kita tak bisa melakukan itu.
Berbantah2an dengan orang tua, sungguh tak mungkin, karena kita adalah anak yg WAJIB bakti kepada orang tua.
❌Berbantah2an dengan sanak dan saudara juga tidak mungkin, karena akan menimbulkan kebencian.
➡Ketika istri dan putri kita rapat menutup aurat sesuai syariat, saudara kita malah share postingan full aurat terbuka dimana-mana
➡️Ketika kita memotong celana diatas mata kaki dan membiarkan jenggot tumbuh subur, saudara2 kita justru sebaliknya
➡Ketika kita share ttg bahayanya riba, malah ada orang2 terdekat kita yg belum bisa lepas dari riba
➡Ketika kita tau tentang haramnya musik, jangan ditanya lagi ..... masih buanyak orang2 yang kita sayangi malah tenggelam dan menikmati musik .
➡Disaat kita tau haramnya hukum merayakan dan mengucapkan ulang tahun, justru banyak orang2 yang kita sayangi masih saling mengucapkannya satu sama lain.
➡️Disaat kita menjauhi bid'ah dan tradisi yang mengandung khurafat maupun syirik.. Saudara kita justru seakan berlomba melestarikannya..
Dan berbagai hal lain yang membuat kita sedih melihatnya..
Maka, tetaplah jadi orang yang memegang prinsip
Kenapa ⁉️
Karena terbukanya hatimu untuk menerima halal haramnya sesuatu karena Allah, itu MAHAL HARGANYA
π Doakan saudara2 kita yang belum paham, semoga Allah mudahkan mereka untuk menerima kebenaran, bukan menerima pembenaran.
π Tetaplah baik pada mereka, tunjukkan dan buktikan bahwa kita menjadi lebih baik dari sebelumnya setelah kita hijrah dan mengenal Sunnah
π Hanya kepada Allah semua urusan kita kembalikan, hanya pada Allah kita mohon kemudahan dan hidayah
Yaa Muqallibal Qulub, Tsabbit Qalbi ‘alaa diinik
[copas]
Semoga yang mengalami saat ini tetap istiqomah di Manhaj Salaf yang mulia ini
π Dakwah yang paling berat adalah kepada keluargaπ
π Karena dengan keluarga, kita tidak punya opsi unfollow, unfriend, atau block.
✔Dengan orang lain, kita bisa hanya sekedar share dan memilih untuk menjauh bila ada jiddal.
❌Tetapi dengan keluarga, kita tak bisa melakukan itu.
Berbantah2an dengan orang tua, sungguh tak mungkin, karena kita adalah anak yg WAJIB bakti kepada orang tua.
❌Berbantah2an dengan sanak dan saudara juga tidak mungkin, karena akan menimbulkan kebencian.
➡Ketika istri dan putri kita rapat menutup aurat sesuai syariat, saudara kita malah share postingan full aurat terbuka dimana-mana
➡️Ketika kita memotong celana diatas mata kaki dan membiarkan jenggot tumbuh subur, saudara2 kita justru sebaliknya
➡Ketika kita share ttg bahayanya riba, malah ada orang2 terdekat kita yg belum bisa lepas dari riba
➡Ketika kita tau tentang haramnya musik, jangan ditanya lagi ..... masih buanyak orang2 yang kita sayangi malah tenggelam dan menikmati musik .
➡Disaat kita tau haramnya hukum merayakan dan mengucapkan ulang tahun, justru banyak orang2 yang kita sayangi masih saling mengucapkannya satu sama lain.
➡️Disaat kita menjauhi bid'ah dan tradisi yang mengandung khurafat maupun syirik.. Saudara kita justru seakan berlomba melestarikannya..
Dan berbagai hal lain yang membuat kita sedih melihatnya..
Maka, tetaplah jadi orang yang memegang prinsip
Kenapa ⁉️
Karena terbukanya hatimu untuk menerima halal haramnya sesuatu karena Allah, itu MAHAL HARGANYA
π Doakan saudara2 kita yang belum paham, semoga Allah mudahkan mereka untuk menerima kebenaran, bukan menerima pembenaran.
π Tetaplah baik pada mereka, tunjukkan dan buktikan bahwa kita menjadi lebih baik dari sebelumnya setelah kita hijrah dan mengenal Sunnah
π Hanya kepada Allah semua urusan kita kembalikan, hanya pada Allah kita mohon kemudahan dan hidayah
Yaa Muqallibal Qulub, Tsabbit Qalbi ‘alaa diinik
[copas]
Kata Rasul beruntunglah menjadi orang yang aneh (al ghuroba)
BalasHapus