Postingan

Menampilkan postingan dengan label Wong Jowo

Komentator Amatiran

Gambar
  Pada suatu hari, tersebutlah seorang yang namanya kang Ndoweh bertandang ke rumah kang Mbleweh yang sedang membuat onde-onde ceplus. Maka disana tampaklah kang Mbleweh sedang sibuk membikin butiran-butiran kecil sang onde-onde ceplus. Ndoweh  : Welhadalah, sedang ngapain kang❓ Mbleweh : Halah.. sini mampir. Ini sedang mbikin onde-onde ceplus. Ndoweh  : Waah.. kok sajake nyamleng. Mbikin kemecer saja ini. Tak cicipi dulu ya kang❓ Dengan tanpa ba-bi-bu kang Ndoweh tangannya langsung nylonong menyambar sebutir adonan onde-onde ceplus tersebut. a few moments later..  Ndoweh  : Bluueeh.. weeeks‼️Kok rasanya gak nggenah babar blas gini kang⁉️ Bisa masak nggak sih kang sampeyan⁉️Onde-onde ceplus kok berantakan rasanya‼️ Mbleweh : Woooo.. lambemu ndoweh kuwi‼️ Ha wong barang mentah kok diunthal. Yo genah pating klenyit rasanya. Ha mbok sabar, tanyak dulu, nunggu ini digoreng dulu. Kalo sudah mateng, silaken dinilai. Ha wong barang mentah sudah dikomentari.. cah gemblu...

Bulan Suro

Wong Jowo bilangnya "Bulan Suro" , gara2 kebanyakan ilat ndeso agak sulit melafalkan istilah Arab dengan benar, dinamai Suro karena di bulan Muharram ada satu hari yang bersejarah, yakni tgl 10 Muharram. Tgl ke-10 bahasa Arabnya ‘Asyuro, maka untuk menandai bulan ini, wong Jowo menamainya dengan nama sasi (bulan) Suro. Biasanya, suasana pergantian tahun diwarnai dengan kemeriahan dan gegap gempita penuh harap dan kegembiraan. Tapi rupanya tak demikian dgn suasana Tahun Baru Hijriyah ini, yang ada malah suasana penuh keangkeran, wingit, mencekam, dan beraroma tahayul yang sedemikian kental. Bulan Suro, justru identik dengan mitos seputar Nyi Roro Kidul, si Danyang Ratu Pantai Selatan, dan cerita2 horor lainnya. Maka jangan heran kalo sepanjang bulan ini sebagian besar masyarakat gak ada yang berani ngadakan hajatan, salah satu alasannya ya itu tadi, karena takut sama si Danyang segoro kudul. Lantas bermunculanlah pamali, tahayul, dan khurafat2 mbuh ra ruh yang sangat merus...

Sholat Khusyuk

Gambar
Topik tentang shalat memang jarang dibahas disini, kalo pun pernah, itu pun sebatas perkara yang termasuk bid'ah dalam shalat. Namun kali ini coba kita bahas tentang sholat khusyuk. Gimana sih caranya shalat bisa khusyuk❓ Seorang sohib pernah menceritakan pengalamannya sewaktu sholat di rumahnya, gini ceritanya : Pada mulanya sholat berjalan adem ayem aman sentosa, sampai akhirnya ada seekor ayam menerobos kamarnya dan bertengger di dekat makan siangnya yang rencananya mau disantap selepas sholat. Sholat yang tadinya dirasakan penuh hikmat kebijaksanaan, mulai berubah menjadi degup kekhawatiran. Maka terjadilah dilema ala buah simalakama, pilihan antara mbatalin sholat buat ngusir ayam, atau sholat tetep diteruskan dengan resiko makan siangnya diembat dan dithotholi sang pithik. Akhirnya, terbersit ide cemerlang melintas di benaknya. Jian, ngawur tenan, sholat kok nyari ideπŸ˜…πŸ˜… Apa itu idenya❓❓ Saat rukuk, bacaan takbir biasa2 saja. Namun saat bangkit dari rukuk, bacaannya...

Mati pun jadi Ruwet karena Bid'ah dan Khurafat

Gambar
  Belum cukup hidup dalam keruwetan, manusia pun lebih suka memilih mati dengan ruwet pula. Ini dilakukan oleh hampir semua suku dan adat, apalagi di nusantara. Kematian yang selayaknya ringkes dan sederhana, menjadi ruwet dan penuh pernik-pernik ra penting. Setelah mati sebenarnya jenazah tinggal dirawat untuk dikubur saja. Namun embel-embelnya buuuaaanyak kalo nuruti adat. Dari sabang (yang konon -katanya- tradisinya Islam) sampai merauke (dengan tradisi pedalamannya) semua tak luput dari hal-hal tersebut. Di dalam tradisi yang berbau Islam pun masih banyak khurafat dan bid'ah yang merasuk di dalam upacara pemakaman. Padahal Islam adalah ajaran yang paling ringkes di dalam hal upacara penguburan Sebagai contoh kita cantumkan bbrp diantaranya : 1. Jenazah tidak segera dikuburkan sebelum semua anggota keluarga melihat untuk terakhir kalinya. Ini syarat yang ruwet. Kadang karena harus memenuhi syarat ini, jenazah harus nginep bermalam-malam untuk menunggu anaknya yang ragil y...

Penguasa Alam Ghaib

Judulnya mungkin agak serem, padahal boleh jadi isi tulisannya tak seseram judulnya. Ini adalah ttg sebuah cerita yang saya dapat dari seorang sohib. Yakni ttg cerita tetangga sohib yang berpropesi sebagai paranormal a.k.a. dukun. Tapi, ini dukun terkenalnya malah justru di luar kampungnya, kalo para tetangganya sendiri malah nganggepnya wong kurang gaweyan. Lha iya, gimana gak kurang gaweyan, ha wong pernah sore-sore dijumpai si oknum ini lagi asik ngudud sledabh-sledubh. Anehnya, rokok yang diudud ada 2 batang, yang sebatang diisep sampe nyodok ke pilternya, sedangkan yang satu lagi di taroh di depan mejanya. Sang sohib nanya : “Wheladalah, lagi ngapain pakdhe❓Kok ngudud saja sampe dobel-dobel, lagi turah duit ya❓” Dia langsung nyahut : “Ssssst…. diem‼️ Ini saya lagi ngobrol asik sama jin botol, lha ini dia sedang udud mantebh di depan saya. Tentu saja sampeyan gak bisa lihat, cuman saya yang bisa lihat.” Hwarakadah, ngakunya lagi ngobrol sama jin botol sinambi klepas-klepus⁉...

Hidup Ruwet ala Bid'ah

Sebagai 'wong jowo', saya merasakan betul betapa yang namanya adat terkadang mbikin hidup tambah ruwet. Mungkin tadinya bermaksud baik, namun seiring bergesernya waktu, adat yang tadinya terlihat adiluhung, malah terasa menyesakkan hidup. Apalagi kalo diembel-embeli "keyakinan" Saya gak begitu tahu banyak adat-adat apa yang harus dilalui seumur hidup manusia. Namun yang sedikit saya ketahui saja sudah cukup merepotkan manusia.  Di sini kita kutipkan bbrp diantaranya : ◾FASE KEHAMILAN Fase ini harus dilalui dengan banyak berpantang. Wong jowo nyebut "ra ilok", wong sunda bilang "pamali" atau pantangan yang gak pantes dilakukan Contohnya : πŸ”ΉPas hamil kalo ngidam harus dituruti, biar anaknya gak ngileran atau ngecesan Wes ra usah nanyak dalilnya, ra bakal nemu  πŸ”ΉKenthut jangan kenceng2, biar anaknya gak dobolen πŸ”ΉMakan jangan glegeken (sendawa), biar anaknya gak buncit perutnya πŸ”ΉKalo lihat orang cacat harus bilang "amit-amit jabang bayi",...

Syarat Bahagia

Syarat Bahagia Syahdan, ada satu keluarga yang sedang dirudung malang. Salah satu anggota keluarga mereka, yakni anak laki-laki mbarep mereka, sedang mengalami sakit usus buntu yang sudah parah. Nanah sudah terlanjur pecah, dan akhirnya dioperasi dengan prosedur yang sangat khusus. Operasi berlangsung lama, namun berhasil. Hanya saja kondisi si mbarep belumlah aman benar. Masih perlu diobservasi untuk mengetahui bahwa pencernaannya berfungsi baik pascaoperasi dilakukan. Dan pertanda bahwa jeroannya si mbarep ini sudah mapan lagi pascaoperasi adalah mengandalkan hadirnya sesuatu yang dahsyat. Sesuatu yang kehadirannya di tengah khalayak dianggap aib. Sesuatu yang jika hadir di kerumunan, bisa membubarkan. Sesuatu yang jika hadir di ajang pesta, dapat menghilangkan nafsu makan. Dan sesuatu itu adalah KENTUT. Benar!! Kentutlah yang ditunggu-tunggu seluruh keluarga setelah berhasil melewati ketegangan drama operasi. Sang bapak menunggu kehadiran kentut tersebut dengan berdoa p...