Kemungkaran dalam Demonstrasi

Demonstrasi, Jalan Keluar atau justru Aksi Mungkar ??

“Dan bahwa (yang kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalannya, yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa” [al-An’am/6 : 153]

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan,

“Sungguh, siapa saja diantara kalian yang hidup setelahku, pasti akan menjumpai perselisihan yang banyak, maka wajib atas kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Al-Khulafa ar-Rasyidin yang telah diberi petunjuk sepeninggalku” [HR Tirmidzi dan Abu Dawud, shahih]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengingatkan bahwa siapa saja yang mencari-cari perkataan (dalil) yang samar, pasti dia akan tergelincir,

“Jika kalian, melihat orang-orang yang mencari-cari dalil-dalil yang samar, maka merekalah orang-orang telah disebut oleh Allah, sehingga hendaklah kalian berhati-hati dari mereka”(Bukhari - Muslim)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memperingatkan dengan keras dari ulama yang mengajak kepada kesesatan,

“Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu (agama) dari manusia sekaligus, akan tetapi Allah mencabut ilmu (agama) dengan cara mewafatkan para ulama, sampai tidak tersisa seorang ulama-pun, sehingga manusia akan mengangkat para pemimpin yang bodoh (dalam ilmu agama). Ketika para pemimpin yang bodoh tersebut ditanya, maka mereka akan berfatwa tanpa dasar ilmu, sehingga mereka sesat dan menyesatkan”.

Pada lafadz Bukhari,

“ Maka mereka berfatwa sesuai dengan akal pikiran mereka”

-

Betapa banyak orang-orang seperti ini di zaman ini, yang segala urusan di dalamnya dicampur aduk hingga samar-samar bagi orang awwam, sehingga mereka mengikuti hawa nafsu mayoritas manusia, baik dalam kebenaran maupun kebatilan, kemudian takut mengungkapkan kebenaran, karena takut menyelisihi pendapat masyarakat umum dan mereka lebih memilih mayoritas manusia.

Semua yang dilakukan kebanyakan manusia diterima begitu saja oleh orang-orang awam atau mereka yang hatinya menyimpang, kemudian disebarkan melalui media masa ataupun media sosial, yang mana gaungnya begitu kuat, sehingga disangka oleh masyarakat, bahwa itu semua merupakan suatu kebenaran, padahal ini merupakan kebatilan.

Di antara slogan yang muncul adalah demonstrasi, padahal semua tahu pencetusnya adalah orang-orang kafir, mereka orang-orang yang tidak menghiraukan dalil dan bahkan tidak menggunakan akal.

Ironisnya, banyak manusia yang menganggap demonstrasi adalah jalan keluar dari berbagai masalah, padahal di dalam nya begitu banyak kemungkaran..

-

Lantas, apa sajakah penyimpangan & kemungkaran dalam demonstrasi??

Pertama

Demonstrasi bisa jadi termasuk bid’ah, karena banyak diantara demonstrasi digunakan untuk menolong agama Allah, dan meninggikan derajat kaum muslimin, lebih-lebih di negeri yang mayoritas muslim.

Dengan demikian, menurut pelakunya, demonstrasi merupakan ibadah, bagian dari jihad. Sedangkan kita telah memahami, bahwa hukum asal ibadah adalah terlarang, kecuali jika ada dalil yang memerintahkannya.

Dari sudut pandang ini, maka demonstrasi bisa dikatakan bid’ah dan perkara yang diada-adakan di dalam agama.

Kedua

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga terkena fitnah dan ujian, para sahabat sepeninggal beliau juga demikian, seperti peperangan dengan orang-orang murtad, tidak ketinggalan pula umat beliau selama berabad-abad juga diuji. Akan tetapi mereka semua tidak demonstrasi. Jika demonstrasi itu baik, tentunya mereka telah mendahului kita untuk melakukannya.

Ketiga

Sebagian orang menisbatkan demonstrasi kepada Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu ‘anhu, dan ini sama sekali tidak benar, karena keshahihan riwayatnya tidak diakui oleh para ulama. Maka penisbatan demonstrasi kepada Umar merupakan kedustaan atas nama beliau sang pembeda (Al-Faruq) Radhiyallahu ‘anhu yang masuk Islam terang-terangan dan berhijrah di siang bolong.

Keempat

Di dalam demonstrasi ada tasyabbuh (penyerupaan) dengan orang-orang kafir, padahal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Siapa saja yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka” [HR Abu Dawud dengan sanad yang hasan]

Hal ini dikarenakan demonstrasi tidak dikenal dalam sejarah kaum muslimin kecuali setelah mereka bercampur baur, terpengaruh, dan mengikuti jejak orang-orang kafir.

Kelima

Demonstrasi secara umum tidak akan bisa digunakan untuk membela kebenaran dan tidak akan bisa digunakan untuk mengugurkan kebatilan. Terbukti, seluruh dunia demonstrasi untuk menghentikan kebengisan Yahudi di Palestina, apakah kebiadaban Yahudi berhenti?? Atau apakah kejahatan mereka semakim menjadi-jadi karena melihat aksi orang-orang yang demonstrasi ?!!

Keenam

Jika ada orang yang mengatakan : Demonstrasi merupakan perwujudan amar ma’ruf dan nahi mungkar. Maka kita katakan : Kemungkaran tidak boleh diingkari dengan kemungkaran. Karena kemungkaran tidak akan diingkari kecuali oleh orang yang bisa membedakan antara kebenaran dan kebatilan, sehingga dia akan mengingkari kemungkaran tersebut atas dasar ilmu. Tidak mungkin kemungkaran bisa diingkari dengan cara seperti ini.

Ketujuh

Di dalam demonstrasi tersimpan kemungkaran yang begitu banyak, seperti keluarnya wanita (ikut serta demonstrasi, padahal seharusnya dilindungi di dalam rumah), demikian juga anak-anak kecil, serta adanya ikhtilath, bersentuhannya kulit dengan kulit, berdua-duan antara laki-laki dan perempuan. Ditambah lagi kemungkaran lainnya berupa celaan pada pribadi tertentu atau kelompok tertentu atau bahkan pada penguasa, yang berupa umpatan keji, hinaan, omongan yang tidak beradab, dst. Ini semua menunjukkan keharaman demonstrasi.

Kedelapan

Demonstrasi bisa jadi merupakan pintu masuk yang akan menyeret pelakunya untuk melawan atau bahkan memberontak terhadap para penguasa, padahal Islam mewajibkan kita taat dan dilarang mencela, melawan, dan membangkang kepada penguasa.

Betapa banyak demonstrasi yang justru mengantarkan suatu negara dalam kehancuran, sehingga timbullah pertumpahan darah, perampasan kehormatan dan harta benda serta tersebarlah kerusakan.

Belum lagi jika suatu demonstrasi ditandingi oleh aksi demonstrasi lain yang berseberangan misi dan tujuan. Maka bisa mudah ditebak yang akan terjadi.

Kesembilan

Demonstasi menjadikan orang-orang jahil, wanita, dan orang-orang yang tidak berkompeten bisa berpendapat, atau lbh tepatnya memaksakan pendapat, sehingga mungkin tuntutan mereka dipenuhi meskipun merugikan mayoritas masyarakat. Sehingga dalam perkara yang besar dan berdampak luas, orang-orang yang bukan ahlinya ikut berbicara.

Bahkan orang-orang jahil, merekalah yang banyak mengobarkan demonstrasi, dan mereka yang mengumpulkan dan memprovokasi massa (!)

Kesembilan

Para pengobar demonstrasi saling senang terhadap siapa saja yang ikut berdemo dengan mereka, walaupun dia seorang pencela sunnah Nabi, tukang ngalap berkah dari kuburan-kuburan bahkan sampaipun orang-orang musyrik. Dengan demikian maka demonstrasi merupakan lahan berkumpul dan bersatu nya bagi orang-orang yang menyimpang dan ahli bid’ah.

-

Sebenarnya masih banyak lagi penyimpangan dan kemungkaran dalam demonstrasi, tapi yang kita tuliskan dsini semoga sudah cukup bagi kita untk menjauhi demonstrasi.

-

Sebagai penutup, kita memohon kepada Allah agar menampakkan kepada kita, yang benar itu benar, dan memudahkan kita untuk mengikutinya. Demikian juga, semoga Allah melindungi kita dari fitnah yang nampak maupun yang tersembunyi, serta mengampuni dosa-dosa kita, dosa kedua orang tua dan para ulama kita. Tidak lupa pula semoga Allah memberikan taufiqNya kepada para penguasa muslim agar mereka memberikan yang terbaik bagi negeri dan rakyat mereka, dan lebih dari itu semoga Allah menolong para penguasa muslim dimanapun berada untuk bisa berhukum dengan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi-Nya. Aamiin. Semoga Allah memberikan shalawat dan salamNya kepada Nabi kita Muhammad, beserta keluarganya.

[Sebagian tulisan diambil dari majalah Adz-Dzkhiirah Al-Islamiyyah Vol 5 No. 5 Edisi 29-Rabiuts Tsani 1428H]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hukum Tahlilan

Sejarah Tahlilan di Nusantara