Bisnis Kuburan Keramat
▪️BISNIS KUBURAN KERAMAT▪️
Dimana2 ada kuburan keramat‼️ Dikunjungi banyak rakyat. Terutama Hari Jum'at. Ramenya melalat. Campur baur laki perempuan = ikhtilat. Mereka tidak peduli walo penuh mafsadat dan mudharat. Bisnis sangat menguntungkan saat ini adalah BISNIS KUBURAN KERAMAT
Awalnya, kuburan biasa, tidak mengeluarkan duit, berlumut, becek pas hujan, pecah-pecah pas kemarau, tiada istimewa.
Lalu, diklaim kuburan ini adalah kuburan seorang wali ‼️
"Kalau itu kuburan wali, maka kuburan itu penuh karomah. Karomah berarti kemuliaan. Kemuliaan dari Allah. Karomah di-Melayu-kan menjadi Keramat." Demikian terang mereka.
-
Kemuliaan yang dimaksud bisa 2 arti :
➡️[1] Kemuliaan dari Allah, yang dipercayai rakyat sebagai suatu miracle atau khaariq al-aadah, yaitu suatu peristiwa atau kekuatan atau kemampuan yang tidak seperti biasanya.
➡️[2] Kemuliaan dari manusia sendiri. Yaitu manusia memuliakan seseorang atau kuburan. Seorang yang dimuliakan bisa disebut seorang keramat, atau wali keramat. Sebuah kuburan yang dimuliakan bisa disebut kuburan keramat.
Ahirnya, dan sayangnya, hal2 yang dianggap keramat tsb ahirnya hanya satu tujuannya, yakni BISNIS‼️
Liat aja kuburan keramat para wali, dijadikan tempat wisata. Alasannya pasti ziarah. Itu alasan minimal dan paling mentok. Wisata kuburan, katanya. Ziarah makam wali, katanya. Siapa yang mengajak ⁉️Ya para ustadz mereka di pengajian masing-masing.
Seandainya ustadz2 tersebut mau tulus menasihati pengikutnya agar ingat kematian. Maka tidak usah 'menyulitkan' mereka dengan embel-embel 'penarikan dana', 'ziarah ke tanah wali' dst.. Ziarah cukup dikuburan keluarga dekat. Kalo emang tujuannya mengingat kematian dan mendo'akan ngapain kekuburan wali ❓❓ Bukankah yang lebih butuh dido'akan adalah keluarga sendiri ⁉️Wali kan pahalanya sudah banyak.
Sedangkan wisata ke kuburan wali, satu orang bayar berapa ❓❓ Bisa ratusan ribu sampai jutaan. Jikalau uang segitu untuk biaya renovasi masjid, atau sedekah untuk faqir miskin, atau biaya untuk pelajar ilmu agama, itu adalah INVESTASI para pengikut pengajian untuk akherat ‼️ Itu adalah bagian yang vital dalam mengingat kematian dan tentunya sangat berkah.
Coba bandingkan dengan wisata kuburan, datang jauh-jauh dari luar kota, ratusan - ribuan km. Bayar sekian ratus - juta. Ustadznya duduk di depan. Emak-emak, empok-empok, embak-embak, sampai embah-embah pada ngoceeeeh di dalam bis membicarakan segala hal, dari masak tumis hingga teori Konspirasi. Jadi mirip kandang ayam suasananya. Bahkan seringnya campur baur laki-permpuan.
Lalu sampai makam, masuk gerbang. Jemaah bergerombolan menyeruak. Masing-masing berpakaian wah-wah. Pakaian terbaik mereka, tabarujj, ikhtilat pun tak pernah "ketinggalan", padahal untuk ke kuburan. Seharusnya wisata mereka mewajibkan tiap-tiap personel wisata kubur untuk memakai kain kafan sendiri agar lebih mendramatisir keadaan😎
Sampai di makam, apa yang dilakukan ⁉️
Wiridan bareng2, Yasinan, Tahlilan, Ngalap Berkah, Dzikir bareng2, sambil geleng-geleng kepala, kirim pahala, minta ini itu dengan perantara kuburan, dan seteruuusnya..
Lalu ❓❓Pulang. Balik. Kunjungan selesai. Nah, setelah pulang. Selesai. Para jemaah balik ke kasur masing-masing. Bobo. Uang ratusan ribu berpindah ke tangan para ustadz, penyelenggara, penjaga kuburan, dan boss-nya penjaga kuburan.
Lalu.. Apa yang didapat para jamaah kuburan keramat ❓❓
Ilmu ⁉️
Pahala ⁉️
Atau apa ⁉️
Yang pasti dapat adalah : "Capeknya"‼️
____________
MEMANG, paling enak sekarang itu adalah BISNIS KUBURAN KERAMAT. Bisa membisnis. Bisa meraup keuntungan. Ngemengnya untuk ngalap ilmu, pahala, berkah, biar permintaan lebih cepet terkabul, dan seteruuusnya..
Eh, stelah semua selesai, setelah jama'ah sudah pada pulang, sudah pada capek.. Justru ada pihak2 yang malah ngitung berapa duit yang didapat.
Bener gak ⁉️
-
Sunggunh sedikit orang yang mengambil pelajaran.
Wallahu Ta'ala A'lam Bish shawaab
➖ Membedah Bid'ah ➖
Dimana2 ada kuburan keramat‼️ Dikunjungi banyak rakyat. Terutama Hari Jum'at. Ramenya melalat. Campur baur laki perempuan = ikhtilat. Mereka tidak peduli walo penuh mafsadat dan mudharat. Bisnis sangat menguntungkan saat ini adalah BISNIS KUBURAN KERAMAT
Awalnya, kuburan biasa, tidak mengeluarkan duit, berlumut, becek pas hujan, pecah-pecah pas kemarau, tiada istimewa.
Lalu, diklaim kuburan ini adalah kuburan seorang wali ‼️
"Kalau itu kuburan wali, maka kuburan itu penuh karomah. Karomah berarti kemuliaan. Kemuliaan dari Allah. Karomah di-Melayu-kan menjadi Keramat." Demikian terang mereka.
-
Kemuliaan yang dimaksud bisa 2 arti :
➡️[1] Kemuliaan dari Allah, yang dipercayai rakyat sebagai suatu miracle atau khaariq al-aadah, yaitu suatu peristiwa atau kekuatan atau kemampuan yang tidak seperti biasanya.
➡️[2] Kemuliaan dari manusia sendiri. Yaitu manusia memuliakan seseorang atau kuburan. Seorang yang dimuliakan bisa disebut seorang keramat, atau wali keramat. Sebuah kuburan yang dimuliakan bisa disebut kuburan keramat.
Ahirnya, dan sayangnya, hal2 yang dianggap keramat tsb ahirnya hanya satu tujuannya, yakni BISNIS‼️
Liat aja kuburan keramat para wali, dijadikan tempat wisata. Alasannya pasti ziarah. Itu alasan minimal dan paling mentok. Wisata kuburan, katanya. Ziarah makam wali, katanya. Siapa yang mengajak ⁉️Ya para ustadz mereka di pengajian masing-masing.
Seandainya ustadz2 tersebut mau tulus menasihati pengikutnya agar ingat kematian. Maka tidak usah 'menyulitkan' mereka dengan embel-embel 'penarikan dana', 'ziarah ke tanah wali' dst.. Ziarah cukup dikuburan keluarga dekat. Kalo emang tujuannya mengingat kematian dan mendo'akan ngapain kekuburan wali ❓❓ Bukankah yang lebih butuh dido'akan adalah keluarga sendiri ⁉️Wali kan pahalanya sudah banyak.
Sedangkan wisata ke kuburan wali, satu orang bayar berapa ❓❓ Bisa ratusan ribu sampai jutaan. Jikalau uang segitu untuk biaya renovasi masjid, atau sedekah untuk faqir miskin, atau biaya untuk pelajar ilmu agama, itu adalah INVESTASI para pengikut pengajian untuk akherat ‼️ Itu adalah bagian yang vital dalam mengingat kematian dan tentunya sangat berkah.
Coba bandingkan dengan wisata kuburan, datang jauh-jauh dari luar kota, ratusan - ribuan km. Bayar sekian ratus - juta. Ustadznya duduk di depan. Emak-emak, empok-empok, embak-embak, sampai embah-embah pada ngoceeeeh di dalam bis membicarakan segala hal, dari masak tumis hingga teori Konspirasi. Jadi mirip kandang ayam suasananya. Bahkan seringnya campur baur laki-permpuan.
Lalu sampai makam, masuk gerbang. Jemaah bergerombolan menyeruak. Masing-masing berpakaian wah-wah. Pakaian terbaik mereka, tabarujj, ikhtilat pun tak pernah "ketinggalan", padahal untuk ke kuburan. Seharusnya wisata mereka mewajibkan tiap-tiap personel wisata kubur untuk memakai kain kafan sendiri agar lebih mendramatisir keadaan😎
Sampai di makam, apa yang dilakukan ⁉️
Wiridan bareng2, Yasinan, Tahlilan, Ngalap Berkah, Dzikir bareng2, sambil geleng-geleng kepala, kirim pahala, minta ini itu dengan perantara kuburan, dan seteruuusnya..
Lalu ❓❓Pulang. Balik. Kunjungan selesai. Nah, setelah pulang. Selesai. Para jemaah balik ke kasur masing-masing. Bobo. Uang ratusan ribu berpindah ke tangan para ustadz, penyelenggara, penjaga kuburan, dan boss-nya penjaga kuburan.
Lalu.. Apa yang didapat para jamaah kuburan keramat ❓❓
Ilmu ⁉️
Pahala ⁉️
Atau apa ⁉️
Yang pasti dapat adalah : "Capeknya"‼️
____________
MEMANG, paling enak sekarang itu adalah BISNIS KUBURAN KERAMAT. Bisa membisnis. Bisa meraup keuntungan. Ngemengnya untuk ngalap ilmu, pahala, berkah, biar permintaan lebih cepet terkabul, dan seteruuusnya..
Eh, stelah semua selesai, setelah jama'ah sudah pada pulang, sudah pada capek.. Justru ada pihak2 yang malah ngitung berapa duit yang didapat.
Bener gak ⁉️
-
Sunggunh sedikit orang yang mengambil pelajaran.
Wallahu Ta'ala A'lam Bish shawaab
➖ Membedah Bid'ah ➖
Komentar
Posting Komentar