Generasi Terbaik


◾Generasi Terbaik◾


Sabda Rasulullah Shallallahu’ala ­ihi Wasallam, “Sebaik-baik manusia adalah generasiku (para sahabat) kemudian generasi berikutnya (tabi’in) kemudian generasi berikutnya (tabiu’t tabi’in)” (HR. Bukhari & Muslim)

Para Sahabat, tabi’in, tabiu’t tabi’in adalah yang terbaik, terbaik dalam hal apa⁉️
Apakah mereka terbaik dalam hal teknologi❓❓

Terbaik alam bidang ekonomi ❓❓

Terbaik dalam perkara dunia lainnya ❓❓❓

Tentu saja tidak▪️Mereka -Radhiallahu’an ­hum- adalah generasi terbaik dalam hal ⬇️

➡️Memahami Agama
➡️Memahami Firman Allah
➡️Memahami Sabda Rasulullah
➡️Memahami seluruh perkara-perkara ­ Ibadah atau Syariat lainnya..

Sabda Rasulullah Shallallahu’ala ­ihi Wasallam, “(Ikutilah) sunnahku dan Sunnah Khulafaur Rasyidin yang diberi petunjuk sesudahku. Peganglah (kuat-kuat) dengannya, gigitlah sunnahnya itu dengan gigi gerahammu. Dan jauhilah perkara-perkara ­ yang diadakan-adakan ­ adalah bid’ah dan setiap bid’ah itu sesat. (HR. Tirmidzi)

Jadi 👉 pahamilah agama sebagaimana para sahabat memahaminya.

Kenapa ⁉️

Karena 👉 merekalah -Radhiallahu’an ­hum- yang paling paham tentang agama ini.
Boleh jadi kita sama-sama berpegang dengan Al-Quran dan Hadist. Namun masalahnya, dengan PEMAHAMAN siapa kita MEMAHAMI Al-Quran dan Sunnah ❓❓

Ada yang memahami Al-Qur'an dan Sunnah menurut kyainya, gurunya, alirannya, imamnya, dst🔹🔹🔹 Bahkan ada yang berusaha (baca : maksa) memahami Al-Qur'an dan Sunnah dengan akal dan seleranya sendiri, dieja-eja sendiri, dikaji sendiri, dipahami sendiri, disimpulkan sendiri, lalu ditafsirkan sendiri, akhirnya diapun bingung sendiri🔹🔹🔹

Mungkin ada yang protes, "emang gak boleh ya memahami Qur'an dan Sunnah sesuai pemahaman guru saya⁉️"

BOLEH, siapa bilang gak boleh⁉️

Tapi, harus disesuaikan dulu dengan pemahaman Generasi Terbaik. Manakala cocok, ya itulah yang bener. Manakala gak cocok, maka kita harus berbesar dan berlapang hati untuk memilih ikut pemahaman Generasi Terbaik.

Islam itu mudah 👉 dalam ibadah⬇️

➡️Manakala ada contoh dan tuntunan dari Nabi dan para sahabat 👉 maka amalkan sesuai tuntunan semampunya.

➡️Manakala gak ada contoh dan tuntunan dari Nabi dan para sahabat 👉 maka gak perlu diamalkan.

Ibadah yang sudah saja, yang jelas2 disunnahkan saja, masih belum bisa kita amalkan semuanya. Kok malah bikin yang baru🔹🔹🔹
Berfikirlah🔹🔹🔹

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hukum Tahlilan

Sejarah Tahlilan di Nusantara