Tetap Keren tapi Sesuai Sunnah
Tetap keren tapi sesuai Sunnah
Setiap orang pasti ingin berpenampilan keren, modis, gaul, dan yang bagus2 lainnya. Memang penampilan itu penting, karena manusia banyak menilai orang dari ‘cover’nya, ini wajar. Bahkan dalam Islam, wajib bagi setiap muslim untuk berpenampilan baik dan rapih, karena Allah Ta’ala itu indah dan mencintai keindahan.
Namun demikian, ada beberapa adab dalam tuntunan syari'at perihal berpakaian dan berpenampilan yang perlu diperhatikan, salah satunya ialah TIDAK ISBAL.
Kondisi masyarakat kita, entah itu di sekolah, kampus, kantor, maupun di lingkungan tempat tinggal, sangat menuntut kita untuk bisa menyesuaikan diri, karena banyak yang belum terbiasa atau bahkan belum tahu tentang larangan isbal, bahkan tak jarang sampai memandang miring para ‘cingkrangers’, ini memang memprihatinkan kita semua. Padahal celana/sarung yang tidak isbal adalah tuntunan dan tuntutan dalam Islam.
Oleh karena itu, agar tetap gaul, tetap berbaur tapi tidak melebur, laksanakanlah perintah Nabi kita sebatas kemampuan kita.
Gimana caranya ??
Celana boleh kita julurkan MAKSIMAL sampai mata kaki, insyaa Allaah ini tetap selamat dan masih sesuai syari'at. Karena jika sangat tidak isbal (dalam artian celana hingga pertengahan betis) pun ditakutkan bisa jadi justru akan menjadi libas syuhroh, yaitu pakaian yang dianggap nyentrik (tidak biasa) dan menjadi bahan pembicaraan negatif di masyarakat. Namun, jika di lingkungan kita tak ada kekhawatiran tsb, tentunya tidak isbal sampai pertengahan betis adalah yang lebih afdhol. Wallahu A'lam.
So, tetap berpenampilan menarik tapi tetap sesuai Syari’at 😁😁
[Note : Isbal = Menjulurkan pakaian melebihi mata kaki]
Setiap orang pasti ingin berpenampilan keren, modis, gaul, dan yang bagus2 lainnya. Memang penampilan itu penting, karena manusia banyak menilai orang dari ‘cover’nya, ini wajar. Bahkan dalam Islam, wajib bagi setiap muslim untuk berpenampilan baik dan rapih, karena Allah Ta’ala itu indah dan mencintai keindahan.
Namun demikian, ada beberapa adab dalam tuntunan syari'at perihal berpakaian dan berpenampilan yang perlu diperhatikan, salah satunya ialah TIDAK ISBAL.
Kondisi masyarakat kita, entah itu di sekolah, kampus, kantor, maupun di lingkungan tempat tinggal, sangat menuntut kita untuk bisa menyesuaikan diri, karena banyak yang belum terbiasa atau bahkan belum tahu tentang larangan isbal, bahkan tak jarang sampai memandang miring para ‘cingkrangers’, ini memang memprihatinkan kita semua. Padahal celana/sarung yang tidak isbal adalah tuntunan dan tuntutan dalam Islam.
Oleh karena itu, agar tetap gaul, tetap berbaur tapi tidak melebur, laksanakanlah perintah Nabi kita sebatas kemampuan kita.
Gimana caranya ??
Celana boleh kita julurkan MAKSIMAL sampai mata kaki, insyaa Allaah ini tetap selamat dan masih sesuai syari'at. Karena jika sangat tidak isbal (dalam artian celana hingga pertengahan betis) pun ditakutkan bisa jadi justru akan menjadi libas syuhroh, yaitu pakaian yang dianggap nyentrik (tidak biasa) dan menjadi bahan pembicaraan negatif di masyarakat. Namun, jika di lingkungan kita tak ada kekhawatiran tsb, tentunya tidak isbal sampai pertengahan betis adalah yang lebih afdhol. Wallahu A'lam.
So, tetap berpenampilan menarik tapi tetap sesuai Syari’at 😁😁
[Note : Isbal = Menjulurkan pakaian melebihi mata kaki]
Komentar
Posting Komentar