Postingan

Tidak Manfaat Bahas Bentuk Bumi ❓❓

"Nggak ada manfaatnya bahas bentuk bumi, itu urusan saintis, semua sudah diteliti dan di pikirkan para profesor ahli." "Gak usah di-cocoklogi-kan sama keterangan agama, bukannya dalam Islam sendiri nyuruh agar semua urusan diserahkan pada ahlinya", dst dst.. Seolah2, antara agama dan sains memang gak ada hubungannya dan memang harus dipisahkan, karena perihal bentuk bumi bukan masalah aqidah. OK, sekilas mmg terlihat logic dan bijaksana, serahkan saja pada ahlinya. - But wait, bagaimana jika para ahli tsb ternyata salah??, mereka bukan orang2 maksum kan, jadi ada kemungkinan salah.. Bagaimana jika yang dikatakan "para ahli" tsb ternyata bertentangan dengan keterangan agama?? Apa anda tetep akan taqlid buta pada mereka?? Atau, bagaimana jika orang2 yang anda anggap ahli tsb ternyata bohong.. Apakah tetep aja anda akan taqlid dan iya iya saja?? - Tak hanya dalam hal agama, dalam perkara dunia pun sebenarnya taqlid buta bukanlah pilihan cer...

Jauhi Debat

Sebuah nasehat bijak dari seorang sahabat, "Kalau antum urus atau ikutin perdebatan di Facebook, antum akan capek sendiri." Sebagaimana saya dulu saya mmg pernah aktif dlm dunia perdebatan di pesbuk, tapi insyaallah skrg sudah "taubat" 😊😊 Dan sungguh benar, memang capek.. Tapi, update status atau berbagi pengetahuan di FB, instagram, WA, atau dimanapun, itu pun juga capek lho, belajar pun capek, apalagi yang jadi pengajar, weeeh tambah capek. Tapi sungguh teramat rasa capek untuk hal2 tsb endingnya adalah rasa nikmat di hati, minimal itulah yang terasakan, yakni nikmatnya berbagi ilmu n kebaikan. Pernahah kita sekadar menonton perdebatan non-ilmiah atau yang kesannya ilmiah berbungkus 'diskusi' ??, padahal never-ending dan takkan membuat orang bodoh menjadi pintar, bahkan seringnya justru debat hanya akan menjadikan orang pintar terlihat dibodoh-bodohi, ya...itu baru sekadar menonton saja, tidak memerlukan kesungguhan dan tidak menghasilkan kecape...

Kemungkaran dalam Demonstrasi

Demonstrasi, Jalan Keluar atau justru Aksi Mungkar ?? “Dan bahwa (yang kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalannya, yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa” [al-An’am/6 : 153] Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan, “Sungguh, siapa saja diantara kalian yang hidup setelahku, pasti akan menjumpai perselisihan yang banyak, maka wajib atas kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Al-Khulafa ar-Rasyidin yang telah diberi petunjuk sepeninggalku” [HR Tirmidzi dan Abu Dawud, shahih] Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengingatkan bahwa siapa saja yang mencari-cari perkataan (dalil) yang samar, pasti dia akan tergelincir, “Jika kalian, melihat orang-orang yang mencari-cari dalil-dalil yang samar, maka merekalah orang-orang telah disebut oleh Allah, sehingga hendaklah kalian berhati-hati dari me...

Mencela Pemimpin adalah Ciri Khas Kelompok Khawarij

Mencela Pemimpin, Ciri Khas Kelompok Khawarij Mencela pemimpin merupakan ciri khas manhaj yang ditempuh oleh kaum khawarij. Awalnya hanya sekedar mengkritik dan membeberkan aib pemimpin di atas mimbar, seminar, koran dan medsos tetapi membengkak hingga tiada lain terminal akhirnya kecuali memberontak pemimpin. Jelas kiranya, metode ini menyelisihi petunjuk Nabi dalam mengingkari penguasa dan merupakan sumber segala fitnah/kerusakan sepanjang sejarah sebagaimana dikatakan imam Ibnu Qayyim dalam I’lam Muwaqqi’in (3/7). Sebagai bukti bahwa metode seperti itu adalah metode yang diterapkan kaum khawarij adalah riwayat imam Tirmidzi dan selainnya dari Ziyad bin Kusaib Al-Adawi, katanya: كُنْتُ مَعَ أَبِيْ بَكْرَةَ تَحْتَ مِنْبَرِ أَبِيْ عَامِرٍ وَهُوَ يَخْطُبُ وَعَلَيْهِ ثِيَابٌ رِقَاقٌ, فَقَالَ أَبُوْ بِلاَلٍ: انْظُرُوْا إِلَى أَمِيْرِنَا يَلْبَسُ لِبَاسَ الْفُسَّاقِ, فَقَالَ أَبُوْ بَكْرَةَ : اسْكُتْ! سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ يَقُوْلُ: مَنْ أَهَانَ سُلْطَانَ اللهِ فِيْ الأَرْضِ أَه...

Ambil Baiknya Buang Buruknya❓❓

Syubhat : Silahkan belajar agama kepada siapa saja, yang penting "Ambil baiknya, buang buruknya". Jawaban : - Berarti boleh belajar ilmu agama kepada Iblis ?! Yg penting ambil baiknya, buang buruknya. - Berarti tidak usah pilih² guru agama .. silahkan belajar kepada orang syiah, orang liberal, orang khawarij, orang mu'tazilah, orang qodariyah, orang jabariyah, dan siapa saja .. yg penting ambil baiknya, buang buruknya. - Berarti, kl kita belajar agama, silahkan belajar kepada orang² yg jahil dlm agama .. yg penting ambil baiknya, buang buruknya. - Kalau ini dalam agama, apalagi dlm masalah dunia .. Berarti silahkan belajar ilmu ekonomi kapada ahli saraf .. atau belajar pijat kepada ahli teknik .. atau belajar ilmu kedokteran kepada koki .. dan seterusnya. Lihatlah bagaimana buruknya kosekuensi prinsip ini .. dengan adanya konsekuensi buruk yg banyak ini, itu menunjukkan buruknya prinsip tersebut. Prinsip ini, sebenarnya bisa digunakan dlm menerima kebenar...

Ajari Anak Cucu kita sejak kecil agar Menjauhi Bid'ah

Beginilah Seharusnya Bagaimana Seorang Mbah Mengajari Cucunya Simulasi : Seorang cucu bertanya ttg bid’ah pada mbahnya. Cucu : Bid’ah itu apa sih mbah ?? Kok rame orang pada ngomongin bid’ah ?? Mbah : Bid’ah itu, ibadah yang tidak ada tuntunannya dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Cucu : Contohnya apa amalan yang gak ada tuntunannya itu mbah ?? Mbah : Contohnya buanyak, semisal tahlilan, maulidan, nariyahan, dzikir jama’ah an, dll.. Cucu : Waaah.. Itu semua kan banyak yang mengamalkannya mbah, emang bid’ah itu hukumnya bagaimana ?? Mbah : Bid’ah itu, kalau dibilang MUBAH –> Imam 4 Madzhab tidak ada yang mengamalkannya. Kalau dibilang SUNNAH –> Rasulullah Shalallahu ‘alayhi wa Sallam tidak pernah mencontohkannya. Kalau dibilang WAJIB –> Allah Azza wa Jalla tidak pernah memerintahkannya. Cucu : Ooo.., jadi bid’ah itu, mubah bukan, sunnah bukan, apalagi wajib, tambah bukan. Gitu ya mbah ?? Mbah : Seratus buat kamu !! Cucu : Trus, orang2 yang ngamalkan bi...

TIDAK LAYAK DIJADIKAN GURU ORANG YANG MENGINGKARI ALLAH DIATAS ARSY

Allah 'azza wa jalla berfirman, وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ "Hanya milik Allah nama-nama yang Maha baik, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama-Nya itu. Dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan." [Al-A'rof: 180] Di dalam ayat yang mulia ini Allah 'azza wa jalla memerintahkan untuk meninggalkan orang-orang yang menyimpang di dalam nama-nama-Nya, dan diantara bentuk penyimpangan adalah tidak mengimani sifat yang terkandung di dalam nama Allah tersebut. Sebagai contoh, Allah bernama Al-'Aliy, Yang Maha Tinggi, diantara maknanya adalah Allah maha tinggi di atas segala sesuatu, di atas langit yang ketujuh, di atas 'arsy. Dan aqidah ini juga berdasarkan dalil Al-Qur'an, As-Sunnah dan ijma' Ahlus Sunnah wa...