Ambil Baiknya Buang Buruknya❓❓
Syubhat :
Silahkan belajar agama kepada siapa saja, yang penting "Ambil baiknya, buang buruknya".
Jawaban :
- Berarti boleh belajar ilmu agama kepada Iblis ?! Yg penting ambil baiknya, buang buruknya.
- Berarti tidak usah pilih² guru agama .. silahkan belajar kepada orang syiah, orang liberal, orang khawarij, orang mu'tazilah, orang qodariyah, orang jabariyah, dan siapa saja .. yg penting ambil baiknya, buang buruknya.
- Berarti, kl kita belajar agama, silahkan belajar kepada orang² yg jahil dlm agama .. yg penting ambil baiknya, buang buruknya.
- Kalau ini dalam agama, apalagi dlm masalah dunia .. Berarti silahkan belajar ilmu ekonomi kapada ahli saraf .. atau belajar pijat kepada ahli teknik .. atau belajar ilmu kedokteran kepada koki .. dan seterusnya.
Lihatlah bagaimana buruknya kosekuensi prinsip ini .. dengan adanya konsekuensi buruk yg banyak ini, itu menunjukkan buruknya prinsip tersebut.
Prinsip ini, sebenarnya bisa digunakan dlm menerima kebenaran yg datang kepada kita .. bukan dlm menjadikan seseorang sebagai rujukan menimba ilmu agama.
Semoga mudah dipahami dan bermanfaat.
[Diambil dari tulisan Ust. Ad Dariny]
Silahkan belajar agama kepada siapa saja, yang penting "Ambil baiknya, buang buruknya".
Jawaban :
- Berarti boleh belajar ilmu agama kepada Iblis ?! Yg penting ambil baiknya, buang buruknya.
- Berarti tidak usah pilih² guru agama .. silahkan belajar kepada orang syiah, orang liberal, orang khawarij, orang mu'tazilah, orang qodariyah, orang jabariyah, dan siapa saja .. yg penting ambil baiknya, buang buruknya.
- Berarti, kl kita belajar agama, silahkan belajar kepada orang² yg jahil dlm agama .. yg penting ambil baiknya, buang buruknya.
- Kalau ini dalam agama, apalagi dlm masalah dunia .. Berarti silahkan belajar ilmu ekonomi kapada ahli saraf .. atau belajar pijat kepada ahli teknik .. atau belajar ilmu kedokteran kepada koki .. dan seterusnya.
Lihatlah bagaimana buruknya kosekuensi prinsip ini .. dengan adanya konsekuensi buruk yg banyak ini, itu menunjukkan buruknya prinsip tersebut.
Prinsip ini, sebenarnya bisa digunakan dlm menerima kebenaran yg datang kepada kita .. bukan dlm menjadikan seseorang sebagai rujukan menimba ilmu agama.
Semoga mudah dipahami dan bermanfaat.
[Diambil dari tulisan Ust. Ad Dariny]
Komentar
Posting Komentar